PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Makro

BI: Kegiatan Dunia Usaha di Jatim Alami Perlambatan pada Triwulan IV 2022

Surabaya, PMP – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kegiatan usaha di triwulan IV 2022 melambat dibandingkan triwulan III 2022.

Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan IV 2022 sebesar SBT 18,72%, lebih rendah dari SBT 19,23% pada triwulan III 2022.

“Kinerja tersebut sejalan dengan hasil SKDU Nasional yang mencatatkan SBT sebesar 10,27%, lebih rendah dari SBT 13,89% pada triwulan III 2022,” kata  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto di Surabaya, Kamis (19/1/2023).

Budi memaparkan perlambatan kinerja pada sektor utama terjadi pada Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan khususnya Subsektor Tanaman Pangan seiring dengan masuknya musim tanam.

Baca Juga :   BI Jatim Dorong Ekspor Tanaman Hias dan Desa Wisata Gresik

“Perlambatan juga terjadi di Sektor Industri Pengolahan yang dipengaruhi oleh kenaikan harga global komoditas pangan dan energy,” kata Budi.

Hal ini tercermin dari penurunan Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI dari 54,02% menjadi 48,21%.

Sementara itu, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Penyedia Akomodasi dan Makan Minum, serta Transportasi dan Pergudangan mengalami peningkatan.

Pertumbuhan kinerja usaha sejalan dengan peningkatan permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun.

Kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2022 tercatat cenderung stabil sebesar 77,86%, sedikit lebih tinggi dari 77,11% pada triwulan III 2022.

Adapun penggunaan tenaga kerja pada aktivitas usaha terindikasi mengalami kontraksi (SBT -1,62%).

Baca Juga :   BI Bersama TNI AL Koarmada II Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Pulau Terpencil

Penurunan tersebut terjadi pada Sektor Industri Pengolahan dan Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha terindikasi membaik dari periode sebelumnya, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, didukung oleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

Pada triwulan I 2023, responden memprakirakan kegiatan usaha meningkat dengan SBT 31,87%.

Peningkatan kegiatan usaha tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sejalan dengan masuknya musim panen yang dimulai pada Bulan Maret.

“Sektor Industri Pengolahan diprakirakan mengalami perbaikan sejalan dengan mulai meningkatnya permintaan yang didukung kapasitas penyimpanan dan ketersediaan sarana produksi,” kata Budi. (nas)