EkbisHeadlineIndeksMakro

Mendag Tegaskan Komitmen Indonesia Bangun Ekonomi Rendah Karbon pada OECD

×

Mendag Tegaskan Komitmen Indonesia Bangun Ekonomi Rendah Karbon pada OECD

Sebarkan artikel ini
Menteri Perdagangan Muhammad pertemuan Dewan Menteri OECD.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat pertemuan dengan Dewan Menteri OECD. (Humas Kemendag)

Paris, pmp – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat pertemuan dengan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) di Paris Perancis, menegaskan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) serta mengupayakan pembangunan ekonomi berbasis rendah karbon dan berketahanan iklim.

“Indonesia berkomitmen untuk mengupayakan pembangunan ekonomi yang berbasis rendah karbon dan berketahanan iklim. Namun kerja sama internasional diperlukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif,” kata Mendag Lutfi kepada Dewan Menterii OECD.

Mendag melawat ke Paris didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono pada 5-6 Oktober 2021 untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di dunia serta membahas berbagai isu perdagangan terkini.

Baca Juga :  Pendampingan Literasi Tingkatkan Kreativitas dan Standar Produksi UMKM

Pernyataan tentang komitmen Indonesia disampaikan Mendag Lutfi pada sesi Building A Green Future yang membahas Innovation and Inclusive Pathways to Net-Zero.

Menurut Mendag, Indonesia memberikan reafirmasi tentang komitmen Indonesia dalam Paris Agreement untuk mengurangi emisi GRK melalui penerbitan UU Nomor 16 tahun 2016 tentang ‘Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change’ atau Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim.

Pemulihan Ekonomi Dukung Ekonomi Hijau

Hal lain yang dibahas pada Building a Green Future adalah upaya mendorong agenda pemulihan ekonomi yang kini juga dikemas untuk mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau, inovasi dan peluang ekonomi baru bagi para pekerja.

Baca Juga :  UMKM Masih Rentan Serangan Siber, FEB Unair Gandeng BRI Edukasi Perisai Digital

Guna mencapai upaya pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerjasama internasional, contohnya inisiatif yang diluncurkan beberapa negara seperti Green Deal (Uni Eropa), Build Back Better World (G7), Beyond Zero Initiative (Jepang) dan Blue Dot Network (Amerika Serikat, Jepang dan Australia).

Selain bertemu Dewan Menteri OECD, Mendag Lutfi melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan negara-negara sahabat, yaitu Kazakhstan, Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Uni Eropa, juga dengan Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.

Mendag Lutfi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor dan Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng, keduanya sepakat memulai perundingan pertama Indonesia-Canada (ICA) CEPA pada awal 2022. Mendag Lutfi menyampaikan harapan agar ICA-CEPA dapat memberikan manfaat dan keuntungan yang seimbang bagi Indonesia dan Kanada.(hps)