EkbisHeadlineIndeksMakro

Konsolidasi Solid, Bank Jatim Raup Laba Bersih Rp661 Miliar di Kuartal I 2026

×

Konsolidasi Solid, Bank Jatim Raup Laba Bersih Rp661 Miliar di Kuartal I 2026

Sebarkan artikel ini
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), Surabaya, Rabu (6/5/2026).

SURABAYA, PMP – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan performa solid dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesarRp661 miliar pada kuartal I 2026 di tengah tantangan kondisi ekonomi global saat ini.

“Capaian itu tumbuh hingga 90,41% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp347 miliar,” ungkap Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dalam  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) di Ruang Bromo, Bank Jatim Kantor Pusat Surabaya, Rabu (6/5/2026)

Perolehan laba bersih Bank Jatim pada periode ini salah satunya didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 39,61% YoY menjadi Rp2,35 triliun secara konsolidasi.

“Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategis yang dilakukan Bank Jatim untuk mengakselerasi bisnis, salah satunya melalui sinergi bersama UMKM serta digitalisasi yang memungkinkan layanan bank menjadi lebih mudah dan nyaman bagi seluruh nasabah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bank Jatim Rehabilitasi 17 Rumah Tidak Layak Huni

Winardi mengatakan, pihaknya bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik hingga fundamental bisnis yang sehat.

Menurutnya, pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil karena didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders.

Adapun hingga Maret 2026, total penyaluran kredit Bank Jatim secara konsolidasi mencapai Rp 109,22 triliun atau tumbuh 40,85% (YoY). Total aset perseroan juga tumbuh 38,85% YoY menjadi sebesar Rp164,07 triliun. Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,59% YoY dari Rp89,25 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp122,80 triliun pada kuartal I/2026.

“Bank Jatim senantiasa berkomitmen untuk secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program pemerintah provinsi Jawa Timur berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” ungkap Winardi.

Baca Juga :  Rakor Bersama OJK, Gubernur Khofifah: Ekonomi Jatim Kuartal I/2025 Tumbuh 5%, Ungguli Nasional

Winardi menegaskan, kinerja Bank Jatim bank only juga mencatatkan performa positif. Sepanjang Januari – Maret 2026, total kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp65,97 miliar dan aset perseroan berada di angka Rp 101,06 triliun. Sementara untuk laba bersihnya sebesar Rp377 miliar.

”Capaian ini merupakan hasil dari fokus perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun,” terangnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang saham pengendali menyampaikan Bank Jatim bukan sekadar lembaga intermediasi, tetapi merupakan motor penggerak ekonomi daerah yang memiliki peran langsung dalam mengalirkan likuiditas, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

”Kita memahami bahwa Jawa Timur saat ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Peran Bank Jatim menjadi semakin krusial, sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan pembangunan dapat terhubung secara nyata dengan aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Bank Jatim Salurkan Donasi Untuk Korban Banjir Bandang Situbondo

Lebih dari itu, Bank Jatim juga memiliki peran penting sebagai penghubung antara kekuatan fiskal daerah dengan sektor riil. Artinya, bagaimana program-program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran.

Ke depan, peran strategis Bank Jatim, perlu terus diperkuat dengan digital mindset, bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan yang lebih adaptif terhadap dinamika zaman.

“Bank Jatim memiliki posisi yang sangat strategis, tidak hanya dalam konteks perbankan daerah, tetapi juga dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional. Hal ini tercermin dari jumlah anggota KUB. Bank Jatim menaungi 5 anggota Bank KUB diantaranya NTB Syariah, NTT, Sulawesi Tenggara, Lampung dan Banten. Ini merupakan yang terbanyak diantara BPD lainnya yang menjadi induk KUB,” kata Gubernur Khofifah. (hap)