EkbisMikro

BRI BO Waru Serahkan Klaster Jambu Merah Desa Sambibulu untuk Berdayakan Petani Lokal

×

BRI BO Waru Serahkan Klaster Jambu Merah Desa Sambibulu untuk Berdayakan Petani Lokal

Sebarkan artikel ini

 SIDOARJO, PMP – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dalam rangka mendorong ketahanan pangan nasional. Kali ini, BRI Branch Office (BO) Waru di Sidoarjo melakukan penyerahan klaster jambu merah di Dusun Sambiroto, Desa Sambibulu, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kegiatan itu dihadiri Pemimpin Cabang BRI BO Waru, M. Nabhan Tamam, Bris Dayyan selaku Manager Mikro BRI BO Waru, Ketua Klaster Jambu Merah Ahmad Irdhoni dan Kepala Desa Sambibulu, Sulaiman, pada Sabtu, 10 Mei 2025.

Pemimpin Cabang BRI BO Waru, M. Nabhan Tamam mengatakan, kegiatan penyerahan klaster jambu merah merupakan bagian dari program Klaster Hidupku yang bertujuan mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat rantai pasokan buah lokal, serta mendorong kemandirian dan daya saing petani di Indonesia.

Baca Juga :  BRI Unit Menganti Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Pensiunan

“Tujuan digelarnya program ini adalah untuk mendukung pemberdayaan petani lokal, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, serta mendorong pengembangan ekonomi desa melalui komoditas unggulan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan,” jelasnya, Selasa (27/5/2025).

Menurut Nabhan Tamam, penyerahan klaster jambu merah di Desa Sambibulu merupakan langkah strategis BRI dalam memberdayakan petani lokal, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendorong pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi ini, BRI berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor agribisnis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sebagai bagian dari misi inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi nasional,” ujarnya.

Langkah tersebut, lanjut dia, juga untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kemitraan dengan petani lokal, mendorong inklusi keuangan bagi pelaku usaha pertanian, serta memperkuat peran BRI sebagai agen pembangunan yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (gdn)