
SURABAYA, PMP — Ratusan pelukis dari berbagai kota bakal mengikuti ajang melukis bersama On The Spot (OTS) bertajuk “Beauty of Balai Pemuda Surabaya”, yang akan digelar di pelataran timur Balai Pemuda Surabaya, pada Sabtu, tanggal 18 April 2026 pukul 15.00 WIB.
Dua pesohor cantik, Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin, akan tampil sebagai model utama. Marcella dikenal sebagai produser film dan Ketua Umum Parfi ’56 periode 2022 – 2027, putri sulung artis senior Tetty Liz Indriati.
Sedangkan Arumi Bachsin adalah istri Wagub Jatim Emil Dardak, yang juga artis dan foto model sohor.
Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi para seniman untuk menuangkan kreativitas mereka secara langsung di ruang terbuka. Sosok Marcella dan Arumi akan menjadi objek lukisan yang diinterpretasikan dalam berbagai gaya dan pendekatan artistik oleh para peserta.
Ketua Sanggar Merah Putih, M. Anis, menyebutkan bahwa antusiasme terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Hingga Senin (13/4/2026), tercatat lebih dari 150 pelukis telah mendaftarkan diri untuk ikut OTS.
“Sampai Senin telah tercatat lebih dari 150 pelukis yang ikut merayakan OTS,” ujar Anis, Selasa (14/4/2026).
Para peserta tidak hanya berasal dari Surabaya dan wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari sejumlah kota lain di Indonesia.
Mereka dijadwalkan melukis bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, serta budayawan Erros Djarot yang akan membuka acara tersebut.
OTS “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” terbuka untuk umum, mulai dari pelajar tingkat SMA hingga masyarakat dewasa. Untuk mendukung kegiatan, panitia menyediakan cat akrilik warna dasar—merah, biru, kuning, hitam, dan putih—secara gratis dari Tesla, serta tidak memungut biaya pendaftaran.
Peserta akan mendapatkan sertifikat dari panitia penyelenggara Sanggar Merah Putih, yang juga pengelola Galeri Merah Putih.
Karya-karya peserta yang lolos kurasi akan dipamerkan di Galeri Merah Putih dan Galeri Basement Balai Pemuda mulai 20 April 2026.
Pameran ini diharapkan menjadi sarana apresiasi sekaligus memperluas jangkauan karya para pelukis kepada publik.
Melalui kegiatan ini, Balai Pemuda Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai ruang kreatif yang inklusif, sekaligus mempertemukan seniman, tokoh publik, dan masyarakat dalam satu perhelatan seni bersama. (gdn)











