EkbisHeadlineIndeksIndustri

Dirut PLN NP: Ketegangan Geopolitik jadi Pengingat Transisi Energi dan Pembangkit Tak Bisa Ditunda

×

Dirut PLN NP: Ketegangan Geopolitik jadi Pengingat Transisi Energi dan Pembangkit Tak Bisa Ditunda

Sebarkan artikel ini
Direktur PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah (tengah) dalam diskusi “Indonesia Energy Outlook in The Midst of Global Political Dynamics” di Jakarta.

 JAKARTA, PMP – Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menilai ketegangan geopolitik global yang terus berlanjut menjadi tantangan serius bagi sektor energi dunia, termasuk Indonesia. Karenanya menjadi langkah strategis untuk mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat keandalan pembangkit guna memastikan pasokan listrik nasional tetap aman dan stabil.

“Tantangan global saat ini justru menjadi katalis percepatan transformasi di sektor pembangkitan,” kata Ruly pada Diskusi “Indonesia Energy Outlook in the Midst of Global Political Dynamics” yang digelar Listrik Indonesia Forum di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebagai subholding pembangkitan, PLN NP mengelola kapasitas sebesar 18,3 GW dengan tingkat kesiapan operasional yang tinggi. Seluruh unit pembangkit dipastikan berada dalam kondisi optimal untuk menopang kebutuhan listrik nasional, termasuk di kawasan industri strategis yang membutuhkan suplai listrik tanpa gangguan.

Baca Juga :  PLN NP Gandeng UEA Siap Topang Ekspansi Pembangkit Surya Cirata

“Situasi global saat ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi tidak bisa ditunda. PLN Nusantara Power terus memperkuat keandalan pembangkit melalui digitalisasi dan efisiensi, sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Kami ingin memastikan listrik tetap tersedia secara andal, dengan biaya yang efisien dan semakin ramah lingkungan,” ujar Ruly.

Dalam jangka pendek, PLN NP mengandalkan energi domestik seperti batu bara dan gas sebagai fondasi utama pembangkitan untuk menjaga stabilitas pasokan. Strategi ini dinilai efektif dalam meredam dampak volatilitas energi global serta menjaga kemandirian energi nasional.

Seiring itu, PLN NP terus meningkatkan efisiensi operasional melalui pengendalian Specific Fuel Consumption (SFC) serta optimalisasi performa pembangkit. Langkah ini berkontribusi langsung pada stabilitas biaya pokok penyediaan listrik nasional.

Baca Juga :  Diskon Biaya Tambah Daya Listrik Diperpanjang Hingga 30 September 2021

Transformasi digital juga menjadi kunci dalam strategi perusahaan. Melalui implementasi smart power plant, predictive maintenance, serta pemantauan kinerja secara real-time melalui Nusantara Control Center (NuCC), PLN NP mampu meningkatkan keandalan sistem sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan.

Di sisi transisi energi, PLN NP mencatatkan progres signifikan melalui implementasi co-firing  biomassa di 25 unit PLTU. Program ini menjadi langkah konkret dalam menurunkan emisi sekaligus menjadi jembatan menuju pemanfaatan energi baru terbarukan secara penuh.(hap)