EkbisHeadlineIndeksIndustri

Optimasi Biaya Produksi 11,4%, PLN Nusantara Power Mampu Produksi Listrik 66.919 GWh

×

Optimasi Biaya Produksi 11,4%, PLN Nusantara Power Mampu Produksi Listrik 66.919 GWh

Sebarkan artikel ini
Dirut PLN NP Ruly Firmansyah saat Rapat Umum Pemegang Saham PLN Nusantara Power di Jakarta. (PLN NP)

JAKARTA, PMP – PLN Nusantara Power (PLN NP), subholding pembangkitan PT PLN (Persero) berhasil merealisasikan produksi energi listrik sebesar 66.919 GWh sepanjang tahun 2025 melalui penguatan strategi operasional, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya pembangkitan.

“Capaian tersebut diperkuat oleh keberhasilan perusahaan dalam melakukan optimasi Biaya Pokok Produksi (BPP) hingga 11,4%,” kata Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, Selasa (7/7/2026).

Ruly menjelaskan efisiensi ini dicapai melalui pengelolaan energy mix yang semakin optimal, sehingga mampu meningkatkan efektivitas proses pembangkitan sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan sistem ketenagalistrikan nasional.

Menurutnya capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan PLN NP serta wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi secara berkelanjutan.

“PLN NP tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi energi listrik, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses pembangkitan berjalan semakin efisien, lebih bersih, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Capaian ini menjadi bukti nyata transformasi PLN NP menuju perusahaan energi kelas dunia yang adaptif, unggul, dan berkelanjutan,” ujar Ruly.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Apresiasi Gerak Cepat PLN Pulihkan Pasokan Listrik

Dari aspek keandalan pembangkit, PLN NP juga mencatatkan kinerja positif. Hal ini tercermin dari capaian sejumlah indikator teknis utama, salah satunya Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) pada PLTU yang berhasil melampaui target. Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan kesiapan dan keandalan unit pembangkit PLN NP dalam mendukung pasokan listrik nasional yang stabil, andal, dan berkualitas.

PLN NP juga terus mendukung agenda transformasi PLN melalui program Green and Lean. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui program pengurangan emisi karbon yang berhasil mencapai 1,46% atau setara dengan 110% dari target tahun 2025. Capaian ini menjadi bagian dari komitmen PLN NP dalam mendukung transisi energi serta pengelolaan pembangkitan yang lebih ramah lingkungan.

Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, turut memberikan apresiasi atas kontribusi PLN NP dalam mendukung pencapaian target operasional dan efisiensi biaya di lingkungan PLN Group. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN Nusantara Power.

Baca Juga :  PLN UIT JBM Siagakan 1.390 Personel Selama 24 Jam Jaga Perayaan Imlek di Jatim

“Saya mengapresiasi pencapaian luar biasa PLN NP yang mampu menjaga kinerja produksi energi listrik secara solid, sekaligus menurunkan Biaya Pokok Produksi secara signifikan. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata PLN NP dalam mendukung keandalan pasokan listrik nasional, efisiensi perusahaan, serta sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam optimalisasi biaya di lingkungan PLN Group,” terang Yusuf Didi.

Selain dari bisnis utama penyediaan tenaga listrik, PLN NP juga mencatatkan kinerja positif pada sektor non-kelistrikan melalui pendapatan Beyond kWh atau pendapatan di luar penjualan tenaga listrik sebesar Rp1,1 triliun. Realisasi tersebut mencapai 160% dari target sebesar Rp688 miliar.

Pendapatan Beyond kWh tersebut berasal dari berbagai lini usaha, termasuk proyek internasional di Malaysia, Bangladesh, dan Timor Leste. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pasar global terhadap kompetensi PLN NP dalam pengelolaan proyek energi, baik di dalam negeri maupun lintas negara.

Baca Juga :  PLN Salurkan Bantuan Rp 100 Juta Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Di bidang tata kelola, PLN NP turut menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Hal ini dibuktikan melalui keberhasilan PLN NP meraih skor tertinggi dalam penilaian Maturity Level GCG di seluruh entitas PLN Group. Pencapaian tersebut menegaskan bahwa integritas, transparansi, dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam setiap proses bisnis dan operasional perusahaan.

“Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi hijau, tetapi juga tentang integritas dan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis. Dengan fondasi governance yang kuat, PLN NP siap memperluas kolaborasi, memperkuat kemitraan strategis, dan mendukung peta jalan transisi energi Indonesia,” tambah Ruly.

PLN Nusantara Power juga terus memperkuat portofolio pembangkit melalui pengembangan pembangkit listrik dengan total kapasitas sebesar 696,9 MW yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Pengembangan ini menjadi bagian dari langkah strategis PLN NP dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan energi di masa mendatang,” pungkas Ruly. (hap)