PT PJB Perkokoh Diri Jadi Pionir Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Juni 13, 2020
PLN PJB

PT PJB pergunakan biomassa sebagai bahan bakar pengganti. (Humas PT PJB)

Surabaya, PMP –  PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), perusahaan pembangkitan terbesar di Indonesia, melaksanakan Go Live Komersial Co-Firing Biomassa PLTU Paiton 2 x 400 MW untuk semakin memperkokoh diri sebagai pionir dalam melakukan akselerasi pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Co-Firing merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler batubara eksisting, tanpa modifikasi signifikan. Melalui metode direct co-firing, bio pellet dicampur melalui peralatan penggiling (grinding) dan pengumpan (feeder) untuk kemudian dimixing dengan batubara ke dalam boiler untuk dibakar.

Go Live Komersial Co-Firing Biomassa PLTU Paiton 2 x 400 MW yang digelar melalui teleconference zoom pada Rabu (10/6/2020), dihadiri Muhammad Ikhsan Asaad (Direktur Mega Project PLN), Zulfikar Manggau (EVP Energi Baru dan Terbarukan), Ida Bagus Ari Wardhana (EVP Operasi Regional Jawa Bagian Timur), Bima Putrajaya (EVP Operasi Regional Jawa Bagian Barat), para Pimpinan Unit PLN, serta seluruh jajaran Direksi PT PJB.

Direktur Mega Project PLN Co-Firing menyampaikan rasa bangga terhadap PT PJB yang berhasil melaksanakan uji coba co-firing dan bakal diterapkan di 52 unit PLTU PLN dengan total kapasitas 18.184 MW. Penggunaan 5 biomassa diharapkan mengkonversi sekitar 900 MW PLTU menjadi EBT.

Menurut Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama PT PJB, keunggulan inovasi co-firing adalah pengurangan penggunaan fossil fuel power plant menjadi green power plant, sehingga mengurangi emisi SOx dan NOx.

“Serta mendukung target bauran EBT 23% di tahun 2025 tanpa diperlukan investasi pembangkit EBT baru yang memerlukan CAPEX cukup besar. Ini adalah salah satu inovasi untuk mengurangi pemanasan global yang terjadi di dunia,” kata Dirut Iwan Agung Firstantara.

Jaga Bumi Lebih Hijau

PT PJB telah melakukan riset biomassa sejak tahun 2017, bekerja sama dengan beberapa Lembaga Riset Nasional, perguruan tinggi dan OEM Boiler Manufacture dalam studi biomassa.

PT PJB mulai melakukan pengujian co-firing sejak September 2019 pada pilot project di PLTU Paiton. Sampai saat ini, PT PJB sudah berhasil melakukan pengujian di lima PLTU yakni Paiton, Rembang, Indramayu, Ketapang dan Tenayan dengan jenis boiler berbeda  dan tiga jenis biomassa yang berbeda pula, yakni wood pellet, cangkang sawit, atau saw dust.

Co-Firing menawarkan aspek positif bagi lingkungan di industri kelistrikan. Kami sangat berharap inovasi ini dapat diterapkan di seluruh pembangkit listrik di Indonesia. Co-Firing adalah solusi tepat dalam menjaga bumi agar terwujud Indonesia yang lebih hijau, sehingga tetap bisa dihuni dengan nyaman oleh kita dan anak cucu kita kelak,” pungkas Iwan Agung.

Sebagai catatan, PT PLN (Persero) dalam RUPTL berkomitmen mewujudkan target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23% pada tahun 2025. Penggunaan energi berupa biomassa merupakan salah satu potensi energi terbesar di dunia yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan target Bauran Energi Nasional. Potensi energi biomassa Indonesia, menurut Kementerian ESDM, secara teoritis diperkirakan mencapai sekitar 32 Gigawatt.(hps)