Semen Dynamix Masonry Siap Rebut Pasar Jateng dan Jatim

Oktober 14, 2020
Dynamic Masonry

SIG luncurkan semen Dynamix Masonry.(Humas SIG)

Jakarta, pmp PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) meluncurkan varian baru semen Dynamix bernama Dynamix Masonry. SBI siap pasok Dynamix Masonry 20 ribu ton tiap bulan untuk wilayah Jateng, Yogyakarta dan Jatim.

“Dynamix Masonry hadir sebagai pilihan konsumen untuk mendapatkan kualitas bangunan bermutu dengan harga terjangkau,” kata Adi Munandir, Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, saat  launching Dynamix Masonry secara daring, Rabu (14/10/2020).

Menurut Adi, SIG yang memiliki visi ’Menjadi Perusahaan Penyedia Solusi Bahan Bangunan Terbesar di Regional’ telah berkomitmen menjadi terdepan di industri bahan bangunan, sehingga terus fokus berinovasi memberikan solusi untuk membangun secara berkelanjutan.

Dynamix Masonry merupakan produk semen khusus untuk aplikasi nonstruktural seperti pasangan (bata, keramik, batako) plesteran, acian, profil dan sudut.

Dynamix Masonry memiliki keunggulan berupa dry control agent, inovasi menghasilkan adukan yang lebih pulen, waktu kering yang pas dan daya rekat yang baik, sehingga pekerjaan cepat selesai dan memberikan hasil yang tahan lama.

“Penggunaan produk aplikasi yang tepat guna akan memberikan keuntungan maksimal. Tidak hanya efisien dari segi biaya pembangunan, Dynamix Masonry juga membantu pemilik rumah atau proyek membangun dengan lebih cepat dan bangunan lebih tahan lama. Bagi tukang atau kontraktor, tentunya membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi perbaikan,” katanya.

Saat ini, Dynamix Masonry telah tersedia di toko-toko bangunan di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Sementara itu, Presiden Direktur SBI Aulia Mulki Oemar mengungkapkan, diluncurkannya Dynamix Masonry adalah realisasi dari semangat inovasi SBI yang tiada henti.

“Semangat inilah yang membedakan SBI dengan para pesaingnya. SBI berharap rangkaian produk Dynamix akan membawa perubahan lebih baik dan menjadi jawaban atas segala dinamika kebutuhan bahan bangunan dan pembangunan di Indonesia,” kata Aulia.(hps)