PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

#diRumahAja Dongkrak Konsumsi LPG Rumah Tangga

Pertamina MOR V jamin stok LPG di Jatim aman.

Surabaya, pmp – Konsumsi LPG rumah tangga baik bersubsidi 5 kg maupun non subdisi 12 kg dan 55 kg naik signifikan. Kenaikan ini sebagai  dampak anjuran #diRumahAja dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Terjadi peningkatan konsumsi LPG Sektor Rumah Tangga, baik LPG Subsidi kemasan 3 kg, maupun LPG Non-Subsidi seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V, Rustam Aji, Minggu (5/4/2020).

Pada periode 27 Maret hingga 3 April, tercatat ada kenaikan tipis LPG sektor rumah tangga, dari rata-rata 4.050 metrik ton (MT) per hari pada kondisi normal, menjadi 4.200 MT per hari.

Baca Juga :   Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG Selama Pilkada Serentak

Kondisi ini mendorong  Pertamina tetap siaga menjamin pasokan energi nasional aman dan mencukupi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur. Pertamina terus memonitor peningkatan kebutuhan LPG khususnya LPG Subsidi 3 kg, termasuk apabila ada permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Rustam menyampaikan, menjelang tiga minggu masa pembatasan aktivitas di luar rumah, Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) V menjamin ketersediaan pasokan serta memastikan kegiatan operasional penyaluran BBM dan LPG berjalan baik dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19.

Saat ini, pasokan BBM untuk Jawa Timur yang ada di Fuel Terminal di wilayah Jawa Timur dalam jumlah yang aman. Seperti diketahui, di Jawa Timur terdapat 6 (enam) Fuel Terminal, yaitu di Surabaya, Tuban, Malang, Madiun, Banyuwangi, dan Sampang.

Baca Juga :   Presiden Bolivia Jeanine Anez dan Tujuh Menteri Positif COVID-19, Ganggu Persiapan Pemilu

“Walaupun konsumsi BBM terus turun, kami tetap memonitor pasokan dan penyaluran ke masyarakat,” jelas Rustam.

Berdasarkan data penyaluran 27 Maret hingga 3 April kemarin, konsumsi Gasoline (Premium, Perta-Series) di Jawa Timur turun 28% menjadi rata-rata 9.300 kilo liter per hari, dari kondisi normal yang mencapai 12.900 kilo liter per hari. Sedangkan konsumsi Gasoil (BioSolar, Dex-Series) pada periode yang sama, turun 15% dari kondisi normal 6.000 kilo liter per hari menjadi 5.100 kilo liter per hari.

“Pantauan kami, penurunan konsumsi BBM dan kenaikan konsumsi LPG sektor rumah tangga ini sejalan dengan anjuran yang disampaikan Pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus COVID-19,” jelas Rustam.

Baca Juga :   Vaksinasi Perdana Presiden Jokowi Direspon Positif Pasar Saham dan Penguatan Rupiah

Rustam memastikan operasional distribusi BBM dan LPG tetap berjalan normal, dengan pengaturan personil dan tempat kerja yang ketat sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. Masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina dan melaporkan apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center di nomor 135.

“Dalam situasi darurat ini, kami akan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk #DiRumahSaja,”pungkasnya. (hps)