PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

2019, Bank Jatim Sukses Naikkan Aset dan Laba Bersih

 

Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha

Surabaya, pmp – Kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim)  Tahun Buku 2019 menunjukkan pertumbuhan  dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). Berdasarkan kinerja Desember 2019, aset Bank Jatim tercatat Rp 76,72 triliun atau tumbuh 22,37%, laba bersih Bank Jatim tercatat Rp 1,38 triliun atau tumbuh 9,22% (YoY).

Selama Tahun Buku 2019, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 18,91% (YoY) yaitu sebesar Rp 60,55 triliun.

“Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha membacakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2019 (RUPST TB 2019), di Ruang Bromo, Bank Jatim Kantor Pusat lantai 5, Surabaya, Jumat (24/4/2020) secara live streaming.

Ferdian yang didampingi Corporate Secretary Glemboh Priambodo lebih jauh menjelaskan pertumbuhan DPK tersebut didominasi oleh pertumbuhan giro 23,54% atau tercatat Rp 23,83 triliun. Diikuti oleh pertumbuhan tabungan sebesar 16,28% atau tercatat Rp 22,22 triliun dan pertumbuhan deposito sebesar 15,81% atau tercatat Rp 14,50 triliun.

Baca Juga :   OJK dan Bank Jatim Survei Potensi Pemulihan Ekonomi Jatim

Dari komposisi tersebut, terlihat kemampuan bankjatim dalam menghimpun dana murah cukup baik.  Selain itu pencapaian DPK  tersebut diperkuat dengan CASA rasio Bank Jatim sebesar 76,06% (selama lebih dari 15 tahun, CASA rasio Bank Jatim berada di atas 65%).

Dari sisi pembiayaan, lanjut Ferdian kali ini Bank Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan kredit tertinggi dalam beberapa tahun terakhir yaitu 13,16% (YoY) atau sebesar Rp 38,35 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) secara signifikan yaitu sebesar 2,77%.

“Hal ini menunjukkan kualitas kredit Bank Jatim dari tahun ke tahun semakin meningkat,” katanya.

Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp 23,10 triliun atau tumbuh 7,12% (YoY). Sedangkan pertumbuhan paling tinggi didapat dari sektor komersial sebesar 27,11% atau tercatat Rp 9,23 triliun.

Baca Juga :   Pacu Kinerja Demi Target 2017, Bank Jatim Tambah Dua Direktur Baru

“Pertumbuhan yang tinggi tersebut didongkrak dari pertumbuhan kredit sindikasi yang signifikan sebesar 118,98%,” papar Ferdian.

Komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Desember 2019 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,00%, Net Interest Margin (NIM) sebesar  6,11%, dan Return On Asset (ROA) 2,73%. Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 71,40%. (hps)