PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Gubernur Khofifah Kabarkan Dirinya Positif Terinfeksi COVID-19

Khofifah Positif COVID-19
Gubernur Khofifah kabarkan terinfeksi COVID-19 lewat akun Instagram miliknya @khofifah.ip. (Tangkapan layar IG)

Surabaya, pmp – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengabarkan dirinya positif terinfeksi COVID-19 dan saat ini menjalani isolasi mandiri.

“Berdasarkan hasil swab reguler mingguan, saya dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Tidak ada gejala yang saya rasakan. Saat ini saya sedang menjalani isolasi mandiri ,” kata Khofifah melalui akun Instagram resmi miliknya @khofifah.ip, pukul 16.40 WIB, Sabtu (2/1/2021).

Khofifah tak menjelaskan tempat menjalani isolasi mandiri.

“Segala tugas pemerintahan bisa saya koordinasikan bersama Wagub, Sekda dan para OPD. Mohon doa agar saya bisa segera sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala,” katanya.

Khofifah bahkan memohon kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mematuhi protokol kesehatan dan meminta masyarakat tak menyepelekan virus corona.

Baca Juga :   Jatim Masuki PPKM Mikro Keempat, Mulai 23 Maret – 5 April 2021

“Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia. Aamiin,” kata Khofifah.

Sementara itu, Aries Agung Paewai, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jatim membenarkan Khofifah positif COVID-19.  Hasil tes positif diketahui Jumat siang (1/1/2021) berdasarkan tes swab yang dilakukan Kamis sore (31/12/2020).

“Diketahui dari hasil tes yang keluar kemarin siang. Tesnya Kamis sore,” kata Aries.

Menurut Aries,  aktivitas Gubernur Khofifah sangat padat terkait pengendalian COVID-19 dan pemulihan ekonomi dampaknya.

“Kita belum tahu tertular dari mana? Padahal yang pasti di setiap kegiatan beliau selalu menerapkan protokol kesehatan,” tegas Aries.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Timur, jumlah kasus corona di Jawa Timur hingga 1 Januari 2021 tercatat 85.039 kasus setelah mendapatkan tambahan 887 kasus. Perinciannya 72.938 kasus (85,77%) sembuh, 6.201 (7,29%) dirawat dan 5.900 kasus (6,94%) meninggal dunia.(hps)