PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

Stop Santunan COVID-19, Risma Prioritaskan Anggaran Rp 35 Miliar untuk Korban Bencana

Jakarta, pmp – Keterbatasan dana dan sulit menentukan alasan meninggalnya seorang pasien menjadi alasan mengapa Kementerian Sosial tidak mengadakan lagi santunan untuk korban meninggal dunia akibat COVID-19 bagi ahli waris.

“Sebetulnya kebutuhan untuk korban COVID-19 ini berapa? Tidak bisa dibayangkan, ternyata kemudian jumlahnya sangat besar dan uang tidak ada,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini, Selasa (2/3/2020).

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengatakan, sejak dirinya dilantik pada 23 Desember 2020, uang santunan tersebut sudah tidak ada dan kebijakannya telah diteken pejabat eselon II atau Pelaksana tugas Dirjen saat itu.

Risma mempertimbangkan kembali bagaimana di masa pandemi, pihaknya akan sulit mengidentifikasi korban yang berhak diberi santunan. Apakah memang meninggal dunia akibat COVID-19 atau meninggal secara alamiah.

Baca Juga :   SIG dan Satgas Bencana Nasional BUMN Jateng Bantu Alkes dan APD Senilai Rp 500 Juta

“Karena sulit dan jumlahnya banyak sekali. Saya hitung saja Surabaya kemarin, karena saya tahu pasiennya, itu hampir Rp 500 miliar/ Lha kalau se-Indonesia berapa?” ujar dia.

Sementara pada tahun 2021, Kementerian Sosial hanya menyediakan anggaran untuk santunan korban bencana dengan nilai Rp 15 juta per korban.

Anggaran tersebut pun menurut Risma juga terbatas hanya sekitar Rp 35 miliar dan tidak bisa mencakup dana santunan korban meninggal akibat COVID-19 yang semakin banyak jumlahnya.

“Kalau dengan uang yang ada, saya ubah dari pengadaan truk, meskipun itu kita harus minta izin karena itu dari moda ke bantuan sosial. Tapi itu tidak cukup hanya sekitar Rp 35 miliar. Tadi saya jelaskan, Surabaya saja hampir Rp 500 miliar,” kata dia.

Baca Juga :   PJB Simulasi Penggunaan GeNose C-19

Sebelumnya, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial Sunarti mengatakan, tidak tersedia alokasi anggaran santunan bagi korban meninggal dunia akibat COVID-19 untuk ahli waris pada tahun anggaran 2021.

“Terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh dinas sosial provinsi/kabupaten/kota sebelumnya tidak dapat ditindaklanjuti,” kata Sunarti dalam surat edaran kepada Kepala Dinas Sosial provinsi seluruh Indonesia tertanggal 18 Februari 2021, di Jakarta, Senin (1/3/2020)

Dalam surat tersebut, Sunarti menyebut Surat Edaran Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nomor:427/3.2/BS.01.02/06/2020 tanggal 18 Juni 2020 yang menyatakan tidak ada anggaran santunan korban meninggal dunia akibat COVID-19 pada Kementerian Sosial.

“Dengan adanya surat edaran ini selanjutnya kepala dinas sosial kabupaten/kota di wilayahnya masing-masing untuk tidak memberikan rekomendasi dan/atau usulan santunan lagi pada Kementerian Sosial,” pungkas Sunarti. (els)