PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Suparma Bagi Dividen Rp 31,7 Miliar

Direktur Suparma Hendro Luhur (kiri) memperlihatkan tisu produksi Suparma.

Surabaya, pmp – Pandemi selama tahun 2020 yang menekan pasar tak menghalangi PT Suparma Tbk, produsen kertas dan tisu untuk meraup laba dan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp 15 per lembar saham atau sebesar Rp 31.718.564.370 , setara dengan 20% dari laba bersih tahun 2020 sekitar Rp 154 miliar.

“Penjualan bersih Suparma selama tahun 2020 sebesar Rp 2.151,5 miliar atau mengalami penurunan 14,4% dibandingkan dengan penjualan bersih tahun sebelumnya,” kata Direktur Suparma Hendro Luhur saat memaparkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (7/6/2021).

Suparma menjelaskan penurunan penjualan bersih tersebut terutama disebabkan oleh turunnya kuantitas penjualan produk kertas Suparma sebesar 12,8%, sedangkan harga jual rata-rata produk kertas Suparma pada tahun 2020 relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan harga jual rata-ratanya di tahun 2019.

“Meski demikian, turunnya beban pokok penjualan yang melebihi penurunan penjualan bersih menyebabkan Suparma membukukan kenaikan laba kotor sebesar 4,8% dari semula Rp 374,8 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 392,8 miliar di tahun 2020, sehingga marjin laba kotor tahun 2020 mengalami peningkatan menjadi 18,3% dari semula 14,9% di tahun 2019,” paparnya.

Baca Juga :   Akibat Pandemi Suparma Tiga Kali Revisi Target Penjualan

Sepanjang tahun 2020, beban operasional yang terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi mengalami penurunan masing-masing sebesar 14,5% dan 4,8% yang terutama disebabkan oleh turunnya beban ekspor dan pengangkutan di beban penjualan sebesar 18,1% serta turunnya honorarium tenaga ahli, perbaikan dan pemeliharaan, perjalanan dinas dan jamuan di beban umum dan administrasi sebesar 42,9%.

Sedangkan beban keuangan Suparma mengalami penurunan sebesar 21,2% dari semula Rp 48,6 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 38,3 miliar di tahun 2020, sehingga laba sebelum taksiran beban pajak dan laba komprehensif tahun berjalan Suparma naik masing-masing menjadi sebesar Rp 195,5 miliar dan Rp 153,9 miliar atau masing-masing meningkat 10,7% dan 25,2%.

Baca Juga :   Akibat Pandemi Suparma Tiga Kali Revisi Target Penjualan

 Kuartal I 2021 Meningkat

Hendro mengaku tahun ini optimis lebih baik mengingat penjualan bersih Suparma untuk periode empat bulan pada tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 13,5% yang disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata produk kertas sebesar 6,0% dan naiknya kuantitas penjualan produk kertas sebesar 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

“Pencapaian penjualan bersih ini setara dengan 31,8% dari target penjualan bersih Suparma tahun 2021 yang sebesar Rp 2.545 miliar,” kata Hendro.

Kuantitas penjualan kertas Suparma yang naik sebesar 7,1% tersebut menjadi 67.951 MT dari semula sebesar 63.426 MT, atau setara dengan 33,3% dari target kuantitas penjualan produk kertas tahun 2021 yang sebesar 203.852 MT.

Baca Juga :   Akibat Pandemi Suparma Tiga Kali Revisi Target Penjualan

Sedangkan untuk hasil produksi kertas Suparma pada periode empat bulan tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 17,0% dari semula sebesar 60.717 MT menjadi 71.029 MT atau setara dengan 33,2% dari target produksi kertas tahun 2021 yang sebesar 213.845 MT.

Hendro mengatakan Suparma telah melakukan belanja modal untuk Mesin Kertas No. 10 (“PM 10”) dengan nilai kurang lebih mencapai USD 32 juta dan akan menghasilkan produk Wrapping Kraft, Hand Towel, dan MG Paper.

Pada bulan September 2021, PM 10 direncanakan beroperasi secara komersial dengan target pasar 40% ke pasar luar negeri dan 60% ke pasar dalam negeri dengan kapasitas terpasang sebesar 54.000 MT.

“Dengan begitu total kapasitas terpasang Suparma mengalami peningkatan sebesar 21,5% dari semula 250.900 MT menjadi 304.900 MT,” pungkas Hendro. (hps)