PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Suparma Bagikan Saham Bonus 13 Persen

Jajaran direksi PT Suparma memprlihatkan aneka produk usai RUPSLB , Senin (6/6/2022).

Surabaya, PMP – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Suparma Tbk menyetujui untuk membagikan saham bonus kepada pemegang saham dengan perbandingan 100:13 atau setiap pemegang 100 saham lama berhak memperoleh 13 saham baru dengan nilai nominal Rp 400 per lembar saham.

Direktur PT Suparma Tbk, Hendro Luhur mengatakan, saham bonus yang dibagikan merupakan kapitalisasi Tambahan Modal Disetor (Agio Saham) sebanyak-banyaknya Rp 145,1 miliar dengan jumlah saham bonus yang akan dibagikan sebanyak-banyaknya 362.860.315 lembar saham.

“Saham Bonus tersebut akan dibagikan perseroan pada 8 Juli 2022,” kata Hendro pada keterangan tertulis hasil RUPSLB, Senin (6/6/2022).

RUPSLB emiten produsen kertas tersebut juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Setelah dikurangi pembentukan dana cadangan wajib sebesar Rp 20 miliar, sisa laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 295,8 miliar.

“Sisa laba ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dan untuk ekspansi atau pengembangan usaha Suparma berupa investasi mesin kertas baru,” ulas Hendro.

Baca Juga :   Suparma Bagi Dividen Rp 31,7 Miliar

Sepanjang tahun 2021, laba komprehensif tahun berjalan 2021 Suparma meningkat lebih dari 2 kali lipat dibandingkan laba komprehensif tahun berjalan 2020 menjadi Rp 315,8 miliar.

Berdasar laporan keuangan perseroan, penjualan bersih Suparma pada 2021 mencapai Rp 2.794,5 miliar atau mengalami pertumbuhan 29,9% dibandingkan dengan penjualan bersih tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan penjualan bersih tersebut terutama disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata produk kertas Suparma pada tahun 2021 sebesar 21,4% dibandingkan harga jual rata-rata di tahun 2020. Sedangkan kuantitas penjualan produk kertas Suparma selama tahun 2021 mencapai 214,2 ribu MT atau meningkat 6,8 persen,” jelas Hendro.

Naiknya penjualan bersih Suparma yang melebihi kenaikan beban pokok penjualan membuat perseroan membukukan kenaikan laba kotor sebesar 50% dari semula Rp 392,8 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 598,2 miliar di tahun 2021, sehingga marjin laba kotor tahun 2021 mengalami peningkatan menjadi 21,1% dari semula 18,3% di tahun 2020.

Baca Juga :   Akibat Pandemi Suparma Tiga Kali Revisi Target Penjualan

Sedangkan beban operasional yang terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi mengalami kenaikan masing-masing sebesar 8,3% dan 17,3% yang terutama disebabkan oleh meningkatnya beban ekspor dan pengangkutan pada beban penjualan sebesar 18,4% serta naiknya gaji dan upah di beban umum dan administrasi sebesar 14,1%.

Beban keuangan Suparma mengalami penurunan sebesar 13,7% dari semula Rp 38,3 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 33,1 miliar di tahun 2021, sehingga laba sebelum taksiran beban pajak, laba tahun berjalan dan laba komprehensif tahun berjalan Suparma naik masing-masing menjadi sebesar Rp 377,5 miliar, Rp 294,3 miliar dan Rp 315,8 miliar atau masing-masing meningkat 93,1%, 81,1% dan 105,3%.

Sementara itu sepanjang empat bulan pertama tahun 2022, penjualan bersih Suparma mengalami pertumbuhan sebesar 26,1% yang disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata produk kertas sebesar 25,3% dan naiknya kuantitas penjualan produk kertas sebesar 0,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Baca Juga :   Lewati Krisis Pandemi, Suparma Optimis Penjualan 2021 Capai Rp 2,5 Triliun

Hasil produksi kertas Suparma pada periode empat bulan tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 1,6% dari semula sebesar 71.029 MT menjadi 72.195 MT atau setara dengan 28,9% dari target produksi kertas tahun 2022 yang sebesar 250.000 MT.

“Pencapaian penjualan bersih ini setara dengan 33,1% dari target penjualan bersih Suparma tahun 2022 yang sebesar Rp 3,1 triliun. Dengan pencapaian ini, kami optimis bisa mencapai target tersebut,” ujar Hendro.

Terkait mesin kertas (MK) 10, Hendro mengungkapkan bahwa MK 10 telah beroperasi secara komersial pada 7 Maret 2022 dan hingga akhir Mei 2022 MK 10 telah memproduksi Hand Towel dan Wrapping Kraft sebesar 3.817 MT dengan produksi harian tertinggi sebesar 103 MT.

MK 10 yang menyerap belanja modal sebesar Rp 331,1 miliar tersebut memiliki kapasitas terpasang 55.000 MT, sehingga total kapasitas terpasang Suparma mengalami peningkatan sebesar 21,9% dari semula 250.900 MT menjadi 305.900 MT.(nas)