PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Kejar Rasio Elektrifikasi 100%, PLN Listriki 13 Desa Tersisa di Sumenep

Petugas PLN memasang instalasi listrik di dinding depan rumah warga.

Surabaya, pmp – Hingga Mei 2021, rasio elektrifikasi yang merupakan perbandingan jumlah pelanggan rumah tangga yang telah terlistriki dengan jumlah rumah tangga secara keseluruhan di 13 Kabupaten/Kota  di Jawa Timur  belum mencapai 100%, termasuk Kabupaten Sumenep dengan rasio elektrifikasi 71,68%.

“Ini  menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur untuk dapat mewujudkan target rasio elektrifikasi 100% di Jawa Timur,” kata Imam Asrori, Manager Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UP2K) Jawa Timur dalam siaran pers, Selasa (22/6/2021).

Imam mengatakan setidaknya terdapat 13 desa di Kabupaten Sumenep yang belum terlistriki dan hingga kini sedang dalam proses survei, pembangunan pembangkit dan pemasangan tiang jaringan secara bertahap.

Baca Juga :   Memudahkan Pengguna Mobil dan Kendaraan Listrik, PLN Luncurkan Aplikasi Charge.IN

Nama 13 desa tersebut di antaranya adalah Masalima, Sukajeruk, Karamian, Sepanjang, Tanjung Keok, Saur Saibus, Saseel, Sadulang, Pagerungan Besar, Lombang, Jate, Banbaru dan Banmeleng.

Seluruhnya tersebar di beberapa pulau seperti Masalembu, Karamian, Sepanjang, Saur, Saseel, Sadulang besar, Pegerungan Besar dan Gili Raja yang menjadi bagian dari wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kangean dan Sumenep, UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Pamekasan.

“Targetnya pada tahun 2022/2023, pembangunan pembangkit dan pemasangan jaringan listrik dapat selesai dan dioperasikan sehingga masyarakat 13 desa dengan potensi 16.160 pelanggan  tersebut dapat menikmati aliran listrik dari PLN,” katanya.

Kendala Perizinan

Imam mengakui upaya melistriki pulau-pulau kecil di Madura ini tak jarang menemui berbagai macam kendala seperti perizinan kawasan untuk pembangunan pembangkit dan pemasangan jaringan listrik, kondisi geografis yang sulit, keterbatasan sarana transportasi, kondisi dermaga yang kecil sehingga tidak dapat disinggahi kapal besar pengangkut material menuju ke pulau, hingga cuaca ekstrem yang kerap melanda kepulauan. Dampaknya petugas kesulitan melakukan survei, membawa material maupun melaksanakan pekerjaan pembangunan.

Baca Juga :   Tambah Daya Super Merdeka Listrik Hanya Rp 202.100

Manager ULP Kangean, Muhammad Daan Agung Lazuardi menyebutkan melistriki kepulauan bukan perkara yang mudah, mulai dari medan yang sulit ditempuh, infrastruktur yang amat minim hingga lokasi geografis yang sulit dijangkau. Terlebih di tengah pandemi seperti ini transportasi antar pulau juga tidak mudah.

“Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk dapat menyalurkan tenaga listrik untuk masyarakat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Muhammad Daan Agung Lazuardi. (hps).