PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Laba Naik 99%, Sekar Laut Bagikan Dividen Rp 29,8 Millar

Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal (kanan) bersama Corsec Jimmy Herlambang.(Sekar Laut)

Surabaya, PMP – Produsen makanan olahan di Sidoarjo, PT Sekar Laut Tbk (SKLT) berhasil membukukan pendapatan bersih sepanjang kuartal I/2022 sebesar Rp 361,35 miliar atau naik 8-10 persen dibanding periode sama 20221.

“Perseroan optimis penjualan hingga akhir tahun 2022 ini bisa tumbuh 10 persen dibanding realisasi penjualan tahun 2021,”  kata Corporate Secreatry PT Sekar Laut Tbk, Jimmy, Sabtu (21/5/2022).

Pada public expose Rabu (18/5/2022) emiten berkode SKLT tersebut mengatakan pendapatan penjualan terbagi menjadi ekspor sebesar Rp 39,43 miliar dan lokal mencapai Rp 142,17 miliar.

Penjualan dari barang dagangan meliputi penjualan ekspor dan lokal yang masing-masing senilai Rp 756 juta dan Rp 181,16 miliar.

Jimmy mengatakan, sepanjang tahun 2021 penjualan perseroan tumbuh 8 persen. Dan pada tahun ini optimistis akan lebih baik seiring makin pulihnya ekonomi nasional meski secara global pengaruh perang Rusia dan Ukraina berdampak pada ekonomi global.

Baca Juga :   Daya Beli Membaik, Sekar Laut Optimis Penjualan 2021 Tumbuh 10%

Jimmy menambahkan, penjualan dalam negeri terus berkembang dengan dominasi pulau Jawa. Di tahun 2022 perseroan melakukan pemerataan yang lebih luas di luar jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua.

“Ekspor 2022 akan ditingkatkan ke negara baru tujuan ekspor yakni di Eropa Timur yang potensinya cukup besar. Selama initujuan ekspor ke Belanda, Inggris, Korea, China dan Selandia baru,” ujar Jimmy.

Terkait bahan baku, Jimmy mengakui adanya kenaikan harga, karena impor dari Eropa. Karenanya perseroan berusaha mencari sumber alternatif sehingga cost produksi bisa lebih rendah lagi.

Ketersediaan bahan baku terigu mengalami sedikit kesulitan, pihaknya menyiapkan bahan alternatif dengan formulasi khusus, sehingga mengurangi bahan baku utama.

Baca Juga :   Daya Beli Membaik, Sekar Laut Optimis Penjualan 2021 Tumbuh 10%

“Komposisi bisa menurunkan 10-20 persen dari bahan baku utama terigu agar tetap bisa produksi dan tidak mengurangi kinerja. Meski India melarang ekspor gandum, tapi kami memiliki supplier di Indonesia sehingga tidak banyak terpengaruh,” jelasnya.

Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal menambahkan, sepanjang tahun 2020-2021 perseroan tidak melakukan belanja investasi secara berlebihan karena adanya pandemi Covid-19. Namun untuk 2022, ada beberapa peningkatan belanja modal (capital expenditure/capex)  yakni pengadaan gudang logistik di luar Jawa dan pengadaan mesin baru.

“Besaran capex belum dibicarakan secara rinci, namun kurang lebih Rp 72 miliar untuk tiga tahun mendatang 2022-2024. Dengan mesin baru bisa produk varian baru di 2022 ini. Akan dikembangkan beberapa varian kerupuk, salah satunya kerupuk goreng, aneka sambel uleg, variasi sambel nusantara. Sekitar pertengahan bulan Juli atau Agustus diluncurkan,” kata John Gozal.

Baca Juga :   Daya Beli Membaik, Sekar Laut Optimis Penjualan 2021 Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2021, perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 1,36 triliun, naik sekitar 8 persen dibanding penjualan tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih perseroan tahun 2021 mencapai Rp 85 miliar, melonjak hampir dua kali lipat atau 99 persen dibanding tahun 2020.

” RUPS Tahunan perseroan menyetujui penggunaan laba perseroan tahun buku 2021 dan penetapan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp 48 per lembar saham atau senilai total Rp29.841.405.600,” papar John Gozali.(nas)