HeadlineIndeksNusantara

Gubernur Khofifah Resmikan Empat Pelayanan RSUD Dr Soetomo

×

Gubernur Khofifah Resmikan Empat Pelayanan RSUD Dr Soetomo

Sebarkan artikel ini

Surabaya, pmp – Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan empat pelayanan  RSUD Dr Soetomo yang merupakan rumah sakit milik Pemprov Jatim, yakni Ruang Isolasi Khusus (RIK) 7, Ruang Wijaya Kusuma yang merupakan ruang VIP pasien COVID-19,  optimalisasi Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) dan Obgyn Clinic Graha Amerta.

“Hari ini kita meresmikan empat pelayanan di RSUD Dr Soetomo sesuai spirit Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI bahwa RSUD Dr Soetomo terus memberikan ketangguhan dan terus tumbuh di tengah kondisi yang tidak mudah saat pandemi,” kata Gubernur Khofifah saat melakukan peresmian, Jumat (20/8/2021).

Gubernur didampingi didampingi Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya Joni Wahyuhadi.

Gedung RIK 7 memberi layanan perawatan intensive care dengan 29 bed dan ruang isolasi bertekanan negatif sekitar 200 bed, sehingga total bed layanan COVID-19 RSUD Dr Soetomo sebanyak 745 bed. Adapun Ruang Wijaya Kusuma digunakan untuk Perawatan VIP dan VVIP COVID-19 dengan kapasitas 6 ruang perawatan.

Baca Juga :  Jokowi Resmikan Bendungan Tukul Pacitan, 600 Hektare Lahan Terairi Sepanjang Tahun

Optimalisasi PPJT dilakukan dengan mobil layanan PPJT yang disebut Chest Pain Unit Soetomo bagi pasien jantung, di mana jika seseorang mengalami nyeri dada mendadak, bisa menghubungi RSUD Dr Soetomo melalui aplikasi, selanjutnya pasien akan dijemput menggunakan ambulans yang alkesnya lengkap untuk pasien jantung.

Sementara Obgyn Clinic Graha Amerta merupakan poliklinik kandungan yang bisa melayani ibu hamil terkonfirmasi positif COVID-19.

Khofifah mengapresiasi para donatur yang bergotong royong  memberikan support untuk peningkatan  layanan medis di RSUD Dr. Soetomo.

“Terimakasih kepada para  filantropi yang  tetap memberikan support, bahwa kita di saat yang sulit Insyaallah kita tangguh dan tumbuh,” kata Khofifah.

Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya Joni Wahyuhadi mengatakan, empat layanan yang diresmikan siap digunakan masyarakat.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Kembangkan Potensi Pelaku UMKM Disabilitas

“Sesuai arahan Bu Gubernur, RSUD dr Soetomo  harus tetap melayani pasien jantung. Orang sakit jantung banyak, di masa pandemi serangan jantung banyak yang tidak tertangani dengan baik. Nanti kita jemput dengan mobil layanan jantung atau Chest Pain Unit Soetomo,” kata Joni.

Donatur Penanganan COVID-19

Pada peresmian tersebut, Gubernur Khofifah memberikan penghargaan kepada para donatur yang telah memberikan kontribusi dalam penanganan COVID-19 di Pemprov Jatim untuk pelayanan darurat di RSUD Dr Soetomo berupa koin dan sertifikat penghargaan.

Penerima penghargaan yaitu Kementerian PUPR berupa koin dan sertifikat penghargaan, Dinas PU Cipta Karya Jatim berupa koin dan sertifikat penghargaan, Nany Wijaya (Tabloid Nyata dan Lions Group shining) berupa koin dan sertifikat penghargaan.

Selain itu Merry Tanhart (Persos Hwa Ind dan keluarga alm Tam Wei Tong) berupa sertifikat penghargaan, Onny (Keluarga Nizar Ali dan perkumpulan ibu-ibu lockdwon) berupa sertifikat penghargaan, Teddy Nyono (Direktur PT Matahari Sakti) berupa sertifikat penghargaan, Eka Sulistiawati (Presiden Rotary Club Surabaya) berupa sertifikat penghargaan.

Baca Juga :  Bahagianya Tukang Becak dan Pemulung Menyanyikan Indonesia Raya di Gedung Grahadi

Juga David Wikdodi yang mewakili Yayasan Surabaya Peduli Bangsa berupa sertifikat penghargaan, Yayasan Sumber Pengayoman Sejati – dr Tommy Nusalim  berupa sertifikat penghargaan, serta Yayasan Generasi Peduli Kabar Baik –  Raymond Maxwell Njotorahardjo berupa sertifikat.

Khofifah sempat memaparkan perkembangan COVID-19 di Jatim, di mana berdasarkan data 19 Agustus 2021 dibandingkan data 3 Juli 2021, BOR RS rujukan COVID-19 di Jatim menunjukkan penurunan signifikan dan sudah dibawah standar WHO 60%, yakni BOR ICU dari 78% jadi 56 %, BOR Isolasi biasa 81% jadi 37%, BOR RS Lapangan dari 69 % jadi 28 % dan BOR Rumah Karantina dari 50% jadi 23%.(hps)