
JAKARTA, PMP – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Bekerja sama dengan Smile Train Indonesia, Sido Muncul melalui produk salah satu produk unggulannya yaitu Kuku Bima memberikan bantuan senilai Rp260 juta untuk kegiatan Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-Langit kepada 40 pasien yang dilaksanakan di RS Misi Lebak, Banten pada 22 – 23 Februari 2025.
Operasi ini dukung oleh Dokter Spesialis Bedah Plastik dari Yayasan Hayandra Peduli serta tim dokter dan tenaga medis RS Misi Lebak.
Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengatakan kegiatan Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-Langit di RS Misi Lebak, Banten merupakan yang pertama kalinya di wilayah Lebak Banten bekerja sama dengan Smile Train Indonesia dan Yayasan Yatna Yuana Kasih. Kegiatan baksos ini menjadi wujud komitmen Sido Muncul untuk bisa memberikan kontribusi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Sebagai perusahaan kita ingin memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat, bukan hanya berbisnis. Bisa bermanfaat bagi banyak orang itu sangat penting. Sido Muncul harus hidup dengan memegang teguh konsep Contribution, apapun harus memberikan kontribusi,” kata Irwan dalam keterangannya, Senin (24/2/2025).
Di sektor kesehatan, Sido Muncul memiliki perhatian besar pada masalah sumbing bibir, katarak, dan penanganan stunting. Adapun bantuan operasi sumbing bibir gratis telah dilakukan Sido Muncul sejak tahun 2018, dan pertama kali dilakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dengan pengalaman serta riwayat penyakit yang panjang di masa lalu, Irwan memahami rasanya menjadi orang tua dengan anak penderita bibir sumbing. Namun, ia meminta orang tua untuk tetap yakin bahwa ada hikmah di balik kesulitan.
“Siapa saja yang pernah merasakan sakit seperti anak ibu-ibu yang menderita bibir sumbing tentunya suatu hal yang berat. Punya pengalaman anak lahir dan sakit itu dunia seperti runtuh. Tapi terkadang, segala yang terjadi itu membawa hikmah yang luar biasa bagi kehidupan selanjutnya,” kata Irwan.
Irwan berharap kegiatan bakti sosial operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit bisa terus berlanjut. “Saya ingin tahun ini lebih giat lagi untuk melakukan kegiatan-kegiatan bakti sosial yang bisa membantu masyarakat,” tuturnya.
Direktur RS Misi Lebak, Banten, Drg. Palti Siregar, M. Kes (MMR) menyampaikan rumah sakit bersama Yayasan Yatna Yuana merasa sangat terhormat dan bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit. Ia berharap ke depan, kerja sama ini bukan lagi sekadar bakti sosial, tetapi menjadi layanan tetap.
Drg. Palti Siregar menjelaskan sumbing bibir dan celah langit-langit merupakan kondisi bawaan lahir yang terjadi akibat gangguan pembentukan bibir, gusi, dan langit-langit selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat diperparah oleh berbagai faktor, seperti genetik atau paparan bahan kimia. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi penanganannya.

Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi estetika wajah, tetapi juga mengganggu proses makan, tumbuh kembang, dan kemampuan berbicara anak. Oleh karena itu, penting bagi pasien yang menderita celah bibir dan langit-langit untuk segera dikonsultasikan ke dokter atau rumah sakit sejak usia 3 bulan.
“Harapan kami, anak-anak bisa ditangani sedini mungkin agar kualitas hidup mereka lebih baik. Jika terlambat, misalnya lewat usia 2 tahun, dampaknya bisa permanen, seperti suara yang sengal. Dengan penanganan dini, mereka bisa makan tanpa hambatan, tumbuh lebih percaya diri, dan hidup lebih berkualitas,” ungkap Drg. Palti Siregar.
Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati menyatakan bahwa program operasi bibir sumbing ini berskala nasional dan telah bekerja sama dengan Sido Muncul selama tiga tahun terakhir.
“Sampai saat ini, kami sudah membantu hampir 500 pasien. Ini adalah pertama kalinya program ini diadakan di Rangkasbitung dengan dukungan Sido Muncul,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, sebanyak 40 pasien mendaftar dan 30 di antaranya menjalani operasi selama dua hari dengan tim dokter ahli. Deasy mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Misi Lebak yang memungkinkan kolaborasi ini terlaksana.
“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini, yang memungkinkan kami membantu masyarakat, khususnya di Banten,” katanya.
Salah satu Pendiri Yayasan Hayandra Peduli, Dr. dr. Karina, Sp.BP-RE sekaligus Dokter Spesialis Bedah Plastik dari Klinik Hayandra dan juga tenaga medis yang membantu operasi berharap program operasi sumbing bibir dan langit-langit dapat dilakukan secara reguler karena kasus bayi lahir dengan kondisi ini terus terjadi.
“Kita belum bisa menyetop angka kelahiran bayi sumbing. Meski tidak mengancam jiwa, kondisi ini rentan menyebabkan infeksi telinga dan saluran napas, serta berdampak pada kualitas hidup, seperti kesulitan bersosialisasi,” kata Dokter Karina.
Untuk penanganan, operasi bibir sumbing dapat dilakukan mulai usia 3 bulan, sementara operasi langit-langit dibatasi hingga usia 20 tahun.
“Tidak ada batasan usia untuk bibir sumbing, tapi untuk langit-langit, operasinya lebih sulit, jadi kami batasi hingga usia 20 tahun,” jelas Dr. Karina. Untuk pencegahan, Dr. Karina menekankan pentingnya konsumsi makanan kaya asam folat, seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
“Semua sayur dan buah mengandung asam folat. Jika diperlukan, suplemen asam folat juga sangat terjangkau dan mudah didapat,” katanya. (hap)












