EkbisHeadlineIndeksMakro

Rakor Bersama OJK, Gubernur Khofifah: Ekonomi Jatim Kuartal I/2025 Tumbuh 5%, Ungguli Nasional

×

Rakor Bersama OJK, Gubernur Khofifah: Ekonomi Jatim Kuartal I/2025 Tumbuh 5%, Ungguli Nasional

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jatim Khofifah (kiri) bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar saat Rakor OJK di Kantor OJK Jatim, Surabaya, Senin (5/5/2025). Biro Adpim Jatim

 SURABAYA, PMP – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pentingnya kolaborasi dan sinergi antardaerah dalam sharing session pengembangan ekonomi Jatim pada Rakor bersama Dewan Komisioner OJK di Kantor OJK Jatim di Surabaya, pada Senin (5/5/2025). Semangat kolaborasi yang diejawantahkan antara lain dalam program Misi Dagang yang mempertemukan pelaku ekonomi antar daerah atau provinsi.

“Saat mengawali kepemimpinan di Jatim, saya menyisir titik-titik yang menjadi sumber penyumbang  ekonomi di Jatim. Perdagangan antar pulau besar sekali perannya. Saya usul kepada kawan-kawan untuk menyelenggarakan  misi dagang, pertemukan trader dan buyer,” katanya.

Dengan adanya program tersebut, kata Khofifah, menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Jatim sekaligus provinsi mitra.

Upaya-upaya ini berdampak pada  pertumbuhan ekonomi Jatim. Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS rilis 5 Mei 2025, Jatim pada kuartal 1 atau Q1-2025 tumbuh 5 persen (y-o-y), angka ini melebihi nasional yakni 4,87 persen atau naik 0,19% dibanding Q1- 2024 (4,81 persen). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang tumbuh sebesar 10,40 persen.

Baca Juga :  Jalur Tol Gending-Besuki Dikebut, Wagub Emil Pastikan Dibuka H-10 Lebaran 2026

“Sementara untuk PDRB Jatim didominasi oleh Industri Pengolahan (31,42 persen), Perdagangan (18,70 persen), Pertanian (10,22 persen), konstruksi (8,49 persen) dan Akomodasi Mamin (6,24 persen),” jelasnya.

Gubernur Khofifah juga menjelaskan capaian realisasi investasi Jatim dalam 6 tahun terakhir selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, capaiannya mencapai Rp147,3 triliun meningkat 1,5 persen dari tahun 2023. Realisasi Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jawa Timur pada tahun 2024 mencapai Rp147,3 triliun.

“Saya kira investasi kita dari data sangat positif. Secara nasional capaian investasi kita berkontribusi sebesar 8,6 . Ini semua bisa terjadi karena itu tadi, kolaborasi dan sinergi bersama,” ucapnya.

Baca Juga :  Sarasehan Industri Halal OJK, Bank UMKM Serahkan Kredit Petani Jatim

Khofifah juga mengajak seluruh kepala daerah untuk bersinergi dan berkolaborasi bersama membangun perekonomian bangsa. Sebab menurutnya, semangat Presiden Prabowo mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan hanya akan terjadi bila ada kolaborasi antar daerah.

“Potensi dari alam itu peluangnya sangat besar sekali. Di Jatim  saat ini sudah dihasilkan 13 ton gula per  hektar. Sementara nasional  baru 5 ton per hektar. Kalau daerah lain bisa berkolaborasi, mereplikasi apa yang sudah dilakukan oleh Jatim. Insyaallah tahun ini, hitungan saya kita bisa swasembada gula,” tegas Khofifah optimis.

“Untuk daging sapi juga sama. Jatim sudah menghasilkan 5 juta ekor sapi potong, tertinggi di Indonesia.  Kenapa tinggi karena di Jatim ada Balai Besar Inseminasi Buatan ( BBIB). Milik Kementan tetapi lokasinya di Jawa Timur sehingga peternak Jatim memiliki peluang besar belajar teknologi peternakan terutama sapi. . Kalau daerah lain belajar di sini, Insya Allah dalam 3 tahun Indonesia  bisa swasembada daging,” tambahnya lagi.

Baca Juga :  Gubernur Meresmikan Pusat Pelatihan Daerah Jatim 100-V

Gubernur Khofifah juga berkomitmen bersama   OJK untuk turut menyukseskan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kehadiran OJK dapat menjadi _guidance_ bagi koperasi yang belum bisa menentukan unit usahanya. Karena anggaran yang digelontorkan bisa  mencapai Rp5 miliar per desa/kelurahan.

 

“Para kades dan lurah se-Jatim kami undang untuk  mendapat arahan langsung dari Menko Pangan, Mendes, wamendagri, wamen BUMN serta Wamen Koperasi  . Bahkan kami juga sudah bahas bersama  Dekopinwil dan semuanya setuju serta merekomendasikan agar OJK bersama menguatkan pelaksanaan Koperasi Merah Putih. Karena mereka butuh pèndampingan untuk buka unit usaha apa. Kalau dibuka saja dua unit, LPG 3 kg dan agen pupuk. Saya kira mereka bisa untung dan  berkembang,” pungkasnya. (hap)