EkbisHeadlineIndeksMakro

Pengguna QRIS Capai 50 Juta Hanya dalam Kurun 5 Tahun

×

Pengguna QRIS Capai 50 Juta Hanya dalam Kurun 5 Tahun

Sebarkan artikel ini

MALANG, PMP – QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sistem pembayaran berbasis kode QR yang dapat digunakan semua aplikasi keuangan, sudah digunakan lebih dari 50 juta pengguna hanya dalam kurun waktu 5 tahun.

“Negara lain butuh waktu 20 tahun untuk mencapai 50 juta pengguna pembayaran digital. Di Indonesia hanya dibutuhkan 5 tahun saja,” kata
Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Himawan Kusprianto, dalam Capacity Building dan Media Gathering di Malang, Jumat (18/7/2025).

Himawan menceritakan di awal
QRIS dikenalkan BI pada 17 Agustus 2019, kalangan pedagang masih sulit menerima alat pembayaran digital ini. Namun adanya pandemi covid kini permintaannya melesat. Tercatat nilai transaksi QRIS sudah naik enam kali lipat dari awal Rp1.8 miliar menjadi Rp9.9 miliar dengan total 1,02 miliar kali transaksi di 2024.

Baca Juga :  Dukung Layanan Non Tunai di Trans Jatim, Bank Jatim Raih Apresiasi dari Pemprov

Angka ini jauh melampaui volume transaksi kartu debit GPN yang hanya mencatatkan 89,06 juta transaksi dalam rentang waktu lebih panjang, yaitu sejak 2018 hingga awal 2025.

“QRIS terbukti menjadi sistem pembayaran yang paling adaptif dengan kebutuhan semua lapisan masyarakat digital saat ini. Terutama generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial yang begitu cepat mengadopsi teknologi, ” ungkapnya

Himawan menegaskan transformasi digital dalam 5 tahun terakhir ini sesuai dengan komitmen BI dalam menyediakan alat pembayaran yang mudah, murah, aman, dan bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Perkembangan QRIS sangat akseleratif karena kemudahan penggunaan, partisipasi ekonomi Gen Z dan penetrasi mobile phone yang makin masif. Berdasarkan data BI tercatat Gen Z di posisi teratas dalam penggunaan QRIS, dengan jumlah 75,49 juta Gen Z atau sekitar 27,94% dari total populasi yang sudah aktif menggunakan QRIS sebagai metode transaksi harian mereka.

Baca Juga :  Uang Kertas Rp 75 Ribu Alat Pembayaran Sah, Begini Cara Memperolehnya

Jumlah ini melampaui generasi milenial yang tercatat sebanyak 69,9 juta pengguna (25,87%), generasi X sebanyak 59,12 juta (21,88%), baby boomer 31,23 juta (11,56%), serta generasi alpha dengan 29,9 juta pengguna (10,88%).

“BI terus meluncurkan berbagai inovasi guna menciptakan sistem pembayaran digital yang inklusif dan efisien sebagai bagian dari pelaksanaan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang menjadi pedoman utama transformasi pembayaran digital di Indonesia,” kata Himawan. (hap)