EkbisHeadlineIndeksMakro

Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di 97 Pulau 3T, BI: Wilayah Perbatasan Masih Banyak Gunakan Uang Asing

×

Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di 97 Pulau 3T, BI: Wilayah Perbatasan Masih Banyak Gunakan Uang Asing

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, PMP – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang ditandai dengan pelepasan KRI Makassar-590 di Koarmada II Surabaya, pada Rabu (23/4/2026), sebagai komitmen menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menegaskan sesuai amanat UUD 1945, Undang-Undang Bank Indonesia, dan Undang-Undang Mata Uang, BI merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki kewenangan mengeluarkan dan mengedarkan uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

“Bank Indonesia bertugas memastikan uang Rupiah layak edar tersedia di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah cukup dan pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ricky Gozali saat menghadiri secara daring kick-off ERB 2026.

Pelepasan KRI Makassar-590 di Koarmada II Surabaya tersebut juga dihadiri langsung Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Wakil Asisten Operasi KSAL Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, Kepala Staf Komando Armada II Laksamana Pertama TNI Agam Endrasmoro, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI M. Anwar Bashori, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim, unsur Forkopimda Jatim, perwakilan perbankan, dan mitra strategis lainnya.

Baca Juga :  BI Jatim Fasilitasi Percepatan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Kabupaten Tuban

Menurut Ricky, tantangan distribusi uang di Indonesia tidaklah ringan. Kondisi geografis sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau, keterbatasan infrastruktur, serta wilayah perbatasan dengan 11 negara tetangga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberadaan Rupiah di seluruh pelosok negeri.

“Di sejumlah wilayah perbatasan, masih ditemukan penggunaan mata uang asing dalam transaksi sehari-hari yang berpotensi mengganggu kedaulatan mata uang nasional,” tandasnya.

Karena itu, sinergi BI dengan TNI AL terus diperkuat. Dari sisi pertahanan, TNI AL menjadi garda terdepan menjaga laut Indonesia, sementara BI menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara.

“BI dan TNI AL adalah saudara dengan garis tangan yang sama, yaitu menjaga kedaulatan bangsa,” tegas Ricky.

Baca Juga :  BI Resmikan Distribution Center Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren di Ponpes Sunan Drajat Lamongan

Sejak 2012 hingga 2025, program ERB telah menjangkau 565 pulau melalui 110 kegiatan kas keliling. Pada tahun 2025 saja, BI mencatat 18 kegiatan ERB yang menjangkau 91 pulau dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.

Selain layanan penukaran uang, kegiatan ERB juga diisi dengan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga program bela negara yang melibatkan TNI AL.

Ricky menambahkan, kerja sama BI dan TNI AL dalam ERB bahkan mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan pada Annual Central Banking Award 2024 di Inggris. “Ini adalah program yang sangat sulit direplikasi oleh negara lain. Luar biasa,” tambahnya.

Baca Juga :  BI Jatim Dorong Pengembangan UMKM melalui Program Sosial

Pada tahun 2026, cakupan ERB diperluas baik dari sisi wilayah maupun program kegiatan. Frekuensi kegiatan meningkat di 19 provinsi dengan target menjangkau 97 pulau 3T. Selain itu, terdapat empat provinsi yang akan melaksanakan ERB secara mandiri dengan sasaran 18 pulau 3T.

Sebagai pembuka, pelaksanaan ERB 2026 dimulai dari wilayah Jawa Timur pada 23 hingga 29 April 2026, dengan menyasar lima pulau terluar, yakni Bawean, Sapeken, Masalembu, Kangean, dan Sakala menggunakan KRI Makassar-590.

BI menegaskan akan terus memperluas jangkauan pelayanan kas serta memperkuat literasi masyarakat tentang Rupiah melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan bersama seluruh mitra strategis.

Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan pemerataan ekonomi sekaligus menjaga kedaulatan bangsa hingga ke pelosok negeri. (hap)