HeadlineIndeksNusantara

Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha Bandung

×

Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis 200 Mata di RS Maranatha Bandung

Sebarkan artikel ini
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menyerahkan paket bingkisan Sido Muncul kepada para pasien operasi katarak gratis di RS Maranatha Bandung. (Istimewa)

BANDUNG, PMP – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya, Tolak Angin, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat menggelar kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis 200 mata di Rumah Sakit (RS) Maranatha Bandung, Jawa Barat pada Senin (2/2/2026).

Program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan nasional herbal jamu yang akan memasuki usia ke-75 tahun November tahun ini, merupakan komitmennya di bidang kesehatan yang diharapkan dapat membantu masyarakat kembali memperoleh penglihatan lebih baik dan hidup mandiri.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menegaskan kegiatan operasi katarak gratis ini merupakan bagian dari filosofi hidup dan komitmen sosial yang konsisten dijalankan perusahaan sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Sejak tahun 2011, Sido Muncul bersama dengan Perdami dan rumah sakit telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia. Kami akan terus konsisten melakukan operasi katarak gratis karena penderita katarak di Indonesia masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu,” kata Irwan Hidayat dalam keteragannya, Rau (4/2/2026).

Irwan melanjutkan, setiap tahun terjadi penambahan kasus sekitar 0,1 persen atau sekitar 280 ribu orang.

“Jadi ini (operasi katarak) akan terus ada, tidak akan selesai, karena ini penyakit degeneratif. Pemerintah memang ada BPJS, tapi tidak semua tercover, dan kami masuk di sela-sela itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Sido Muncul Bantu Penyandang Disabilitas ke Yayasan Sinar Pelangi Senilai Rp320 Juta

Dari pengalaman masa lalu, Irwan menyadari betul beratnya perjuangan melawan sakit. Karena itu, ia memiliki filosofi hidup bahwa dalam berbisnis bukan semata-mata untuk meningkatkan penjualan, tetapi ada nilai kontribusi dan kebermanfaatan yang bisa diberikan kepada masyarakat.

Irwan mengungkapkan, pendanaan operasi katarak tidak hanya berasal dari CSR, tetapi juga dari anggaran iklan. Menurutnya, cara tersebut menjadi bentuk berbisnis yang tetap membawa manfaat, sebagaimana diterapkan dalam promosi pariwisata serta berbagai program sosial seperti operasi katarak, operasi bibir sumbing, dan penanganan stunting.

Irwan berharap teman-teman sesama pengusaha bisa memanfaatkan teori yang dilakukannya, yaitu melakukan CSR sembari berpromosi yang memberi kontribusi. Banyak orang sakit tanpa kemampuan finansial, inilah saatnya pengusaha membantu.

Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat

“Penglihatan itu sangat penting. Dan saya senang sekali bisa berpartisipasi membantu masyarakat, baik operasi katarak, ODGJ, penanganan stunting, maupun operasi bibir sumbing. Komitmen CSR Sido Muncul kami jalankan dengan cara seperti ini,” kata Irwan.

Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, MMR, menyampaikan bahwa katarak bukan sekadar persoalan medis, melainkan juga masalah sosial yang berdampak luas.

Baca Juga :  Sido Muncul Raih Penghargaan Indonesia Living Legend Company

“Katarak dapat menurunkan produktivitas, mengurangi kemandirian, serta menurunkan kualitas hidup seseorang. Karena itu, kegiatan bakti sosial ini bukan hanya memulihkan penglihatan, tetapi juga mengembalikan harapan, kemandirian dan martabat pasien,” ujar dr. Ferdinan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya meyakini rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Hj. Yuli Irnawati Mosjasari, MM, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan bakti sosial ini.

Menurutnya, operasi katarak massal memberikan dampak langsung terhadap pelayanan kesehatan daerah, terutama dalam mengurangi waktu tunggu operasi reguler di rumah sakit. dr. Yuli juga mengajak masyarakat untuk menepis stigma negatif terkait kualitas layanan operasi katarak dalam kegiatan bakti sosial.

“Pelayanan operasi katarak bakti sosial tidak berbeda dengan operasi berbayar. Seluruh tindakan dilakukan sesuai standar medis,” tegasnya.

Perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat), dr. Rizal A. Fanany, SpM(K)., mengungkapkan bahwa beban katarak di Indonesia masih sangat besar dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak.

“Setiap tahun ada sekitar 28 ribu kasus baru katarak. Sampai 2023, cakupan operasi katarak di Indonesia baru sekitar 47 persen. Jadi ini sudah menjadi masalah nasional,” katanya.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-73 Sido Muncul, Irwan Hidayat Ungkap Tiga Kunci Sukses

Karena itu, Rizal mengapresiasi peran sektor swasta, termasuk Sido Muncul, dalam membantu menekan penumpukan kasus katarak melalui kegiatan bakti sosial.

“Kasus baru ini tidak mungkin seluruhnya ditangani pemerintah. Kalau 10 persen saja bisa ditangani lewat bakti sosial, termasuk hari ini bersama Sido Muncul, itu sudah sangat membantu,” ujarnya.

Program operasi katarak gratis yang digelar Sido Muncul memberikan dampak nyata bagi masyarakat kurang mampu.

Rasa syukur terpancar dari wajah Samri (59 tahun) usai menjalani operasi katarak gratis di Rumah Sakit Maranatha, Bandung. Pria asal Margaasih itu menyebut proses operasi berjalan singkat dan lancar.

“Alhamdulillah, lancar. Kira-kira sekitar 15 menit,” ujar Samri.

Samri bercerita selama enam hingga tujuh bulan terakhir, ia harus menjalani hari-hari dengan penglihatan yang semakin buram. Kabut di mata membuat aktivitasnya sebagai pedagang sayur keliling tak lagi senyaman dulu. Setelah menjalani operasi katarak, kini Samri berharap penglihatannya kembali pulih sepenuhnya.

“Harapannya sehat lagi. Aktivitas lancar, jualan juga lancer. Terima kasih kepada RS Maranatha dan Sido Muncul,” katanya. (hap)