EkbisHeadlineIndeksIndustri

Asia Pramulia Tbk Bukukan Laba Rp3,03 Miliar di Kuartal I 2026

×

Asia Pramulia Tbk Bukukan Laba Rp3,03 Miliar di Kuartal I 2026

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, PMP – Produsen manufaktur kemasan plastik PT Asia Pramulia Tbk membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp3,03 miliar hingga kuartal pertama tahun 2026. Sedangkan pendapatan perseroan mencapai sebesar Rp78,29 miliar atau meningkat 27,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif emiten dengan kode ASPR mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah pertumbuhan industri kemasan nasional.

Laporan kinerja perusahaan manufaktur kemasan plastik yang telah berdiri sejak tahun 1991 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2025, disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Mercure Hotel Grand Mirama Surabaya yang digelar pada Selasa (9/6/2026).

Perseroan merupakan produsen kemasan plastik berbahan PET, PP, HDPE, dan LDPE yang melayani berbagai sektor industri, mulai dari makanan, minuman, cat, hingga kebutuhan kemasan lainnya. Dengan fasilitas produksi yang berlokasi di Surabaya dan Pasuruan, PT Asia Pramulia Tbk terus memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya bagi berbagai perusahaan nasional melalui penerapan standar kualitas dan keamanan pangan berkelas internasional, termasuk sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 22000:2018, HACCP, Halal, dan FSSC 22000.

Baca Juga :  Water Station di Lapangan Marinir Bogowonto Surabaya Sediakan Air Keran Siap Minum

Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda rapat yang diajukan Perseroan. Pada agenda pertama, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk Laporan Kegiatan Usaha Perseroan dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan.

Dengan disetujuinya laporan tahunan dan disahkannya laporan keuangan tersebut, pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas seluruh tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

Pada agenda kedua, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan sebesar Rp8,75 miliar. Sebesar Rp1,75 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai final tahun buku 2025, Rp4,06 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, sedangkan sisanya sebesar Rp2,94 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.

Baca Juga :  Industri Kreatif Jatim Tingkatkan Produk Ramah Lingkungan

RUPST juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026 serta menetapkan honorarium dan tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris.

Selain RUPST, Perseroan juga menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Perseroan tahun 2025 guna mendukung optimalisasi strategi bisnis dan pengembangan usaha.

Pada kesempatan yang sama, Perseroan menggelar Public Expose yang dipimpin oleh Direktur Utama, Ricky Winoto. Dalam paparannya, manajemen menyampaikan prospek usaha yang tetap positif, didukung oleh meningkatnya permintaan pada segmen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan minyak goreng.

Baca Juga :  Jual Air PDAM, Bos Air Minum Kemasan Jadi Tersangka

“Untuk menangkap peluang tersebut, Perseroan berencana melakukan investasi penambahan mesin produksi pada tahun 2026,” kata Ricky Winoto dalam siaran pers yang diterima, Jumat (12/6/2026).

Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pangsa pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing Perseroan di industri kemasan plastik nasional.

Ricky Winoto menyampaikan bahwa Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas produksi dan pengembangan pasar.

“Kami akan terus fokus pada peningkatan kualitas produk, efisiensi operasional, dan penguatan hubungan dengan pelanggan. Dukungan dari seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Perseroan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Ricky. (hap)