
SURABAYA, PMP – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan TNI Angkatan Laut (AL) menyediakan Water Station di Lapangan Marinir Bogowonto Surabaya yang mengolah air keran menjadi air siap minum yang aman dan berkualitas tinggi.
Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD mengatakan Water Station ini tak sekadar fasilitas penyedia air minum, tetapi juga sebagai upaya dalam mewujudkan masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan inklusif.
“Kami yakin bahwa teknologi seharusnya hadir di tengah kehidupan masyarakat, menjawab persoalan nyata, serta menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan sosial,” ujar Taufany dalam keterangannya, Rabu (6/8/2025).
Pembuatan Water Station yang melibatkan mahasiswa ini memanfaatkan proses filtrasi yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengolah air keran menjadi air siap minum yang aman dan berkualitas tinggi. Water Station ini dinilai dapat menekan penggunaan botol plastik hingga 4.000 buah dan mengurangi emisi karbon sekitar 0,33 ton CO₂.
Taufany mengatakan, kehadiran Water Station sangatlah penting mengingat air keran di Surabaya masih mengandung partikel dan kontaminan yang harus disaring sebelum diminum.
“Kami berharap teknologi ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.” tambah alumnus National Taiwan University of Science and Technology tersebut.
Dosen Departemen Teknik Kimia ITS tersebut menekankan proyek Water Station ini merupakan suatu bentuk komitmen pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu bagian integral dari pendidikan karakter dan pengabdian masyarakat.
“Lewat proyek seperti ini, mahasiswa ITS tak hanya belajar tentang teknik dan desain, tetapi juga tentang empati, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial,” lanjut Taufany.
Proyek ini juga merupakan suatu upaya ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), yang sesuai dengan poin ke-6, ke-12, dan ke-17 terkait air bersih dan sanitasi layak, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Taufany berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut, termasuk dalam berbagai bidang lain yang mendukung pembangunan berkelanjutan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. (hap)












