HeadlinePolkam

Erros Djarot Beberkan Strateginya Jadikan Megawati Wapres Lewat Autobiografi 2 dan 3

×

Erros Djarot Beberkan Strateginya Jadikan Megawati Wapres Lewat Autobiografi 2 dan 3

Sebarkan artikel ini
Erros Djarot dan Megawati Soekarnoputri saat rilis buku Autobiografi Erros Djarot 2 dan 3, di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (9/8/2026).

JAKARTA, PMP – Budayawan dan politisi senior, Erros Djarot, merilis buku autobiografinya jilid 2 dan 3 yang secara gamblang memaparkan kisahnya berjuang mendampingi Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDI yang berseberangan dengan rezim Orde Baru, melobi K.H. Abdurrahman Wahid, Amien Rais, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X agar bersama Megawati melahirkan Deklarasi Ciganjur, hingga menjadikan Megawati sebagai Wakil Presiden pada Sidang Umum MPR 1999.

Rilis buku Autobiografi Erros Djarot jilid 2 dan 3 digelar di Gedung Kesenian Jakarta pada Minggu (9/8/2026). Megawati Soekarnoputri secara khusus hadir didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang merupakan kader PDI Perjuangan. Beberapa tokoh lain di antaranya Anis Baswedan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, mantan Menaker Theo L. Sambuaga, mantan Ketua KPK Abraham Samad, serta deretan artis kenamaan Christine Hakim, Roy Marteen, Slamet Rahardjo, juga Marcella Zalianty.

Baca Juga :  Erros Djarot Sang Maestro Ciptakan Lagu Kemanusiaan, Dinyanyikan 60 Tokoh Galang Dana Corona

Selain konser musik yang menampilkan Once Mekel, Fryda Lucyana, Dira Sugandi, Sastrani, Belawan, Adi KLA Project, Farman Purnama, dan Mia Ismi, juga digelar bedah buku Autobiografi Erros Djarot yang dipandu mantan Pemred TEMPO Bambang Harymurti dengan pembicara mantan Bendahara Umum PDI Perjuangan Laksamana Sukardi, mantan Kapolri Suroyo Bimantoro, dan Presdir Mizan Group Haidar Bagir.

“Mas Erros Djarot adalah konseptor dan komunikator politik karena kenalannya yang luar biasa di masa rezim Orde Baru berkuasa. Dia salah satu pelaku penting dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. Jadi buku ini tentang kesaksian seorang pelaku sejarah dalam pusaran demokrasi di Indonesia. Pembaca tidak hanya diajak untuk mengetahui apa yang terjadi, bagaimana sebuah gerakan dibangun, juga bagaimana strategi politik dirumuskan,” kata Laksamana Sukardi yang bahu membahu bersama Erros Djarot membangun citra Megawati agar menjadi simbol perlawanan melawan Orde Baru sebagai Ketua Umum PDI yang kemudian menjelma menjadi PDI Perjuangan begitu rezim Orde Baru jatuh.

Baca Juga :  Dihadiri Erros Djarot dan Christine Hakim, Sandiaga Gelar Nonton Bareng Tjoet Nja' Dhien

Sementara Suroyo Bimantoro memaparkan peran Erros saat melobi dirinya agar membantu Megawati agar berhasil menjadi Ketua Umum PDI pada Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Desember 1993.

“Saat itu saya menjabat Kapolwiltabes Surabaya dan kebetulan menjadi Komandan Pengamanan KLB PDI. Erros meminta agar saya bersikap netral dan tidak mengikuti skenario menjegal Megawati menjadi Ketua Umum PDI sebagaimana skenario pusat. Saya menyanggupi karena sejak awal memang saya sudah berniat untuk tidak mau terlibat dalam upaya merekayasa PDI. Itu unfair dan menyalahi prinsip demokrasi,” kata Bimantoro.

Sementara Haidar Bagir yang juga seorang penulis mengaku, sebelumnya dirinya selalu merasa bahwa menulis autobiografi adalah sesuatu yang narsis.

Baca Juga :  Langkah Gibran Jokowi Maju Wali Kota Solo Bakal Tak Terganjal

“Tapi buku Mas Erros ini mengajarkan kepada saya, bahwa menulis autobiografi tidak harus kemudian menjadi narsis. Mas Erros menempatkan diri di dalam bukunya sebagai pencerita atau storyteller, bukan sebagai lakon. Bukan aku, aku, atau inilah peranku,” kata Haidar Bagir.

Buku Autobiografi Erros Djarot jilid 2 dan 3 merupakan kelanjutan dari Autobiografi Erros Djarot jilid 1 yang sudah dirilis pada 19 Oktober 2025. Buku Autobiografi Erros Djarot jilid 1 mendapat anugerah MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai “Buku Autobiografi Pertama yang Ditulis dengan Kaidah Sastra”. Buku Autobiografi Erros Djarot jilis 1, 2 dan 3, serta buku Erros Djarot Apa Kata Sahabat bisa dibeli melalui marketplace akun @budayacerdas.(bim)