EkbisHeadlineIndeksIndustri

Semen Kujang Kembali Diproduksi, SIG Ungkap Alasannya

×

Semen Kujang Kembali Diproduksi, SIG Ungkap Alasannya

Sebarkan artikel ini
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan memaparkan keunggulan merek Semen Kujang di Bandung, pada Jumat (28/8/2026).

JAKARTA, PMP – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkenalkan kembali Semen Kujang, merek legendaris yang memiliki kedekatan historis dengan masyarakat Jawa Barat sekaligus membawa kekuatan local heritage sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab karakteristik dan kebutuhan pasar di wilayah tersebut.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra menyampaikan peluncuran kembali Semen Kujang merupakan langkah strategis untuk menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki kekuatan dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Jawa Barat.

“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan kembali sebuah produk, tetapi menjadi awal dari interaksi dan pengalaman baru bersama pelanggan. Kita bersama-sama menyambut kembalinya Semen Kujang,” kata Indrieffouny Indra dikutip Senin (7/9/2026).

Indra menambahkan, keputusan menghadirkan kembali Semen Kujang didorong oleh potensi pasar Jawa Barat serta kedekatan masyarakat terhadap merek tersebut. Kehadiran Semen Kujang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konstruksi sekaligus menguatkan kebanggaan masyarakat Jawa Barat terhadap produk yang memiliki sejarah di daerahnya.

Baca Juga :  Kenapa Semen Rembang Begitu Menakutkan Bagi Semen Asing?

Peluncuran kembali Semen Kujang dihadiri  jajaran Direksi dan Komisaris SIG, mitra distributor, serta 387 toko bangunan dari wilayah Purwakarta, Karawang, Subang, Sumedang, dan Bandung digelar di Bandung pada Jumat (28/8/2026).

SIG sebagai market leader industri bahan bangunan nasional memiliki portofolio merek yang telah dipercaya masyarakat Indonesia, meliputi Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Baturaja, Semen Andalas, Dynamix, hingga berbagai solusi bahan bangunan lainnya. Kehadiran kembali Semen Kujang memperkuat portofolio SIG melalui pendekatan brand yang lebih dekat dengan karakteristik dan potensi pasar Jawa Barat.

“Melalui Semen Kujang, kami ingin semakin dekat dengan para distributor, toko bangunan, kontraktor, pengembang, konsultan, tukang bangunan, serta seluruh masyarakat Jawa Barat. Karena kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kolaborasi seluruh pelaku industri,” ujar Indrieffouny Indra.

Baca Juga :  SIG dan BTN Sinergi Percepat Pemulihan Sektor Perumahan

Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, mengatakan bahwa Semen Kujang bukan merupakan merek baru, melainkan bagian dari perjalanan pembangunan Jawa Barat sejak pertama kali diperkenalkan pada 1975.

“Kami ingin mengembalikan merek yang menjadi kebanggaan warga Sunda, sekaligus menghadirkan produk dengan teknologi mutakhir yang lebih kokoh, relevan, dan siap menjawab tantangan masa depan,” ujar Dicky Saelan.

Dicky menjelaskan, Semen Kujang merupakan tipe semen Portland Composite Cement (PCC) sesuai SNI 7064:2022 yang diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat. Produk ini dilengkapi teknologi Active Micro Particle, inovasi butiran mikro yang mampu mengisi rongga material secara lebih optimal sehingga menghasilkan struktur bangunan yang lebih padat, kuat, dan tahan lama.

Baca Juga :  SIG Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Raih Zero Fatality 2025

“Semen Kujang menjadi kebanggaan kami karena menghadirkan inovasi dengan pendekatan proses produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memiliki daya rekat kuat, permukaan yang lebih halus, dan hasil pengecoran yang lebih padat,” ungkap Dicky Saelan.

Sebagai bagian dari rangkaian Grand Launching, SIG juga berkolaborasi dengan Persib Bandung melalui kegiatan Meet & Greet bersama para pemain Persib Bandung (Beckam Putra, Adam Alis, Partico Matricardi). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya SIG untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan relevan bagi para stakeholder, sekaligus memperkuat kedekatan Semen Kujang dengan masyarakat Jawa Barat. (hap)