EkbisHeadlineIndeksMakro

OJK Sebut Penyaluran Kredit Capai Rp9.178 Triliun hingga Agustus 2026

×

OJK Sebut Penyaluran Kredit Capai Rp9.178 Triliun hingga Agustus 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, PMP – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut fungsi intermediasi industri perbankan nasional kian menguat. Hingga Agustus 2026, total penyaluran kredit perbankan mencapai  Rp9.178 triliun atau tumbuh 13,65 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Penggerak utama pertumbuhan kredit kali ini bersumber dari sektor usaha dan kegiatan produktif, utamanya permintaan kredit investasi dari kalangan korporasi,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae melalui siaran pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (RDKB OJK) yang dikutip Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 25,11 persen yoy, diikuti oleh kredit modal kerja sebesar 11,45 persen yoy, sedangkan kredit konsumsi sebesar 5,07 persen yoy.

Baca Juga :  Resesi Membayang? Berikut Prediksi Bank Indonesia

Berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 22,18 persen yoy.

Sementara itu, kredit UMKM melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh positif sebesar 2,32 persen yoy. “Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 16,41 persen yoy,” katanya.

Pertumbuhan ini jauh melampaui kredit modal kerja yang tumbuh 11,45 persen (yoy) maupun kredit konsumsi yang tumbuh 5,07 persen (yoy).

Dilihat dari kategori debitur, pembiayaan segmen korporasi tumbuh pesat sebesar 22,18 persen (yoy). Sementara itu, penyaluran kredit UMKM tumbuh tipis sebesar 2,38 persen (yoy).

Dian memaparkan bahwa kelompok bank BUMN menjadi pendorong utama ekspansi kredit periode ini.

Baca Juga :  FKDK BPDSI Sukses Digelar, Perkuat Fungsi Pengawasan Dewan Komisaris

Per Agustus 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar Rp31,41 triliun, atau sebesar 0,34 persen dibandingkan total kredit perbankan, namun tumbuh tinggi sebesar 29,10 persen yoy dengan jumlah rekening mencapai 34 juta.

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,94 persen yoy menjadi Rp10.413 triliun. Pertumbuhan tertinggi pada deposito sebesar 13,10 persen yoy, diikuti giro dan tabungan masing-masing sebesar 9,82 persen yoy dan 9,56 persen yoy.

Likuiditas perbankan di level yang memadai dengan Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar persen 102,31 persen  dan 23,04, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 187,1 persen.

Baca Juga :  BI Sebut Infrastruktur, Regulasi, dan Pembiayaan Masih jadi Tantangan Investasi di Jawa

Dian mengatakan kualitas kredit terjaga dengan rasio NPL gross di level 2,11 persen dan NPL net sebesar 0,84 persen. Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,56 persen. Dari sisi  kinerja profitabilitas, ROA bank di level 2,43 persen..

“Ketahanan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tecermin dari CAR  sebesar 24,10 persen,” kata Dian. (hap)