
SURABAYA, PMP – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan perlunya mengeksplorasi potensi komoditas kopi, cokelat, dan rempah di tengah terbukanya pasar global. Terlebih Jawa Timur merupakan produsen utama kopi Jawa, yang mencapai 48% dari total produksi kopi Jawa.
“Dengan kontribusi hingga 48%, Jawa Timur turut menjadi pusat perdagangan dan pintu ekspor dari wilayah lain seiring peran krusialnya sebagai Gerbang Baru Nusantara,” kata Destry dalam penutupan Semarak Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2025, pada Senin (25/08/2025) malam.
Selama tiga hari (tanggal 23-25 Agustus 2025), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya mendorong penciptaan new source of growth melalui perhelatan JCFF 2025 yang digelar di Kawasan Kota Lama Surabaya dengan mengusung tema ‘Crafting Futures Through Local Flavors’.
Adapun Java Coffee and Flavors Fest merupakan sebuah kebaruan dari pelaksanaan Java Coffee Culture (JCC) yang telah dilaksanakan sejak 2022, di mana saat ini JCFF tidak hanya berfokus pada komoditas kopi, namun turut menjadi etalase komoditas potensial ekspor lainnya, yaitu cokelat, dan rempah.
Penyelenggaraan di Kawasan Kota Lama Surabaya untuk pertama kalinya diadakan di tahun 2025, setelah sebelumnya diselenggarakan di Jl. Tunjungan.
“Pemilihan Kota Lama Surabaya sejalan dengan upaya Bank Indonesia untuk mendukung branding Kota Lama sebagai icon pariwisata Kota Surabaya maupun Jawa Timur, yang di dalamnya juga terdapat Museum De Javasche Bank,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga launching QRIS Tap sebagai bentuk upaya memberikan kemudahan dan kecepatan proses pembayaran digital dimana pengguna tak lagi harus memindai QR Code saat bertransaksi.
“JCFF 2025 diharapkan dapat memperkuat peran komoditas kopi, rempah, dan cokelat sebagai komoditas unggulan dan potensi ekspor, serta mendukung promosi kawasan wisata sejarah di Kota Lama Surabaya sehingga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan,” kata Ibrahim.
Selama 3 hari penyelenggaraan, rangkaian JCFF yang meliputi Business Matching, Showcasing UMKM, Talkshow, Workshop, Competition, Fashionpreneur, Fashion Show, dan Semarak JCFF, telah melibatkan lebih dari 60 UMKM Kopi, Cokelat, dan Rempah dari binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia seluruh Jawa, serta UMKM binaan Pemerintah Kota Surabaya.
JCFF 2025 mendapatkan atensi tinggi dari masyarakat di Kota Surabaya dan sekitarnya, dengan kehadiran luring maupun daring yang mencapai lebih dari 31 ribu pengunjung, dan total nilai transaksi pada Business Matching mencapai Rp107 miliar, baik dari Perdagangan maupun Pembiayaan.
“Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp29 miliar,” pungkas Ibrahim. (hap)












