
SURABAYA, PMP – Mobil listrik Vinfast Indonesia hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2025 dengan mengusung semua model VinFast yang dipasarkan di Indonesia, mulai dari VF 3 dan VF 5 hingga VF e34, VF 6, hingga model terbaru yang dikenalkan ke pasar yakni VF 7.
Pada kegiatan yang digelar mulai 27 hingga 31 Agustus 2025 di Grand City Surabaya ini, Vinfast juga menawarkan program opsi baterai subscription atau langganan sewa baterai bulanan mulai biaya Rp253.00 per bulan guna membantu konsumen di Jawa Timur mendapatkan unit mobil dengan harga lebih terjangkau.
“Vinfast terus berekspansi di wilayah Jawa Timur dengan menambah dealer yang hingga kini sudah ada 8 outlet tersebar tidak hanya di Surabaya tapi juga di Sidoarjo, Jember, Malang dan Mojokerto. Dari sisi produk menambah lidi produk kalau sebelumnya VF 3, VF 5 dan VF e34 sekarang VF 6 dan VF 7 sehingga memberikan pilihan lebih banyak kepada para pelanggan di Jawa Timur,” kata CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto kepada media saat pembukaan GIIAS Surabaya, Rabu (27/8/2025).
Vinfast juga memberikan opsi beli pilihan berupa baterai subscription sehingga harga beli bisa lebih ekonomis dengan harga sewa baterai mulai Rp253.000 per bulan (VF3). Kariyanto menjelaskan dengan berlangganan baterai maka pelanggan akan terus bisa mendapatkan jaminan atas kondisi baterainya karena begitu baterai menurun di bawah 70% itu akan diganti dengan baru secara cuma-cuma.
“Sejak kami luncurkan di awal Agustus 2025 ini opsi baterai subscription untuk semua model ini mendapatkan respon yang sangat baik dari pasar. Karena dengan sewa baterai harga beli di depan lebih murah dan harga sewa baterainya sendiri pun cukup terjangkau. Kalau sewa Rp253.000 untuk satu bulan, biaya opeasional kurang lebih Rp10. 000 sehari jadi sangat ekonomis bagi pelanggan,” paparnya.
Alhasil, pemesanan yang masuk per bulan ini tercatat 75% memilih baterai subscription. Kariyanto menyebut opsi ini mampu menghadirkan efisiensi biaya yang signifikan.

Lewat skema berlangganan, konsumen bisa memiliki mobil listrik VinFast mulai dari Rp156 juta, ditambah biaya langganan baterai bulanan yang dimulai dari Rp253 ribu.
Misalnya, VF 3 yang merupakan SUV mungil andalan VinFast kini ditawarkan dengan harga on the road Rp156 juta lewat skema langganan baterai. Artinya konsumen bisa menghemat hingga Rp 74,13 juta dibandingkan membeli sepaket dengan baterai.
Sementara untuk model VF 5 Eco, konsumen cukup membayar Rp232 juta dan tetap bisa menikmati penghematan sampai Rp 91,17 juta, dengan biaya langganan bulanan sebesar Rp 468 ribu.
Model lain seperti VF e34 juga mendapatkan potongan harga yang cukup signifikan. Kendaraan listrik di segmen C ini dibanderol Rp 299 juta dalam skema langganan baterai, dengan potensi penghematan mencapai Rp112,86 juta, tertinggi di seluruh lini model VinFast.
Untuk varian VF 6, tersedia dalam versi Eco dan Plus, masing-masing ditawarkan seharga Rp335 juta dan Rp394 juta. Biaya langganan bulanan untuk kedua varian ini dipatok sebesar Rp650 ribu. Konsumen pun dapat menghemat hingga Rp49,995 juta untuk VF 6 Eco dan Rp45,6 juta untuk VF 6 Plus.
Tak kalah menarik, model terbaru VF 7 yang hadir dalam versi Eco dan Plus AWD juga termasuk dalam skema baru ini. Harga VF 7 Eco dipatok Rp449 juta dan VF 7 Plus AWD Rp539 juta, dengan penghematan masing-masing sebesar Rp50 juta dan Rp60 juta.
Biaya langganan bulanan untuk baterainya berada di angka Rp 905 ribu untuk varian Eco dan Rp1.031.000 untuk varian Plus AWD.
“Selain itu kami masih melanjutkan program free charging, jadi setiap pembelian Vinfast free charging sampai dengan Maret 2028. Ini membantu biaya kepemilikan jauh lebih murah lagi dan juga untuk mengatur mutasi kekhawatiran mengenai harga jual kembali itu kami memberikan komprehensif resale value garantee atau buyback garansi yang sangat komprehensif. Sampai dengan bisa 90% setelah dipakai 6 bulan konsumen dapat trade in atau tukar dengan model lain. Dengan ekosistem dan program yang lengkap dan inovatif kami sangat percaya bahwa kami bisa terus tumbuh dan berkembang di pasar Jawa Timur,” pungkas Kariyanto. (hap)












