
SURABAYA, PMP – Inovasi beragam produk yang dilakukan PT Sekar Laut Tbk, produsen makanan olahan asal Sidoarjo, Jawa Timurini mampu mendorong kinerja perusahaan tetap tumbuh optimis di tengah tekanan pasar global serta pelemahan daya beli masyarakat.
Perseroan mencatat pendapatan di 2024 mencapai Rp2,293 triliun, naik 28% dibanding pendapatan perseroan di 2023 yang sebesar Rp1,794 triliun. Sementara laba bersih perseroan di 2024 mencapai Rp119 miliar, naik 53% dibandingkan laba bersih di tahun 2023 yang sebesar Rp78 miliar.
“Di tengah banyaknya tantangan di tahun 2024, mulai gejolak geopolitik, pelemahan daya beli masyarakat, serta ketatnya persaingan produk , kami bersyukur inovasi yang dilakukan perseroan dan makin diterimanya produk kami di pasar, baik ritel maupun industri seperti horeca (hotel restoran dan catering) membuat penjualan perseroan tumbuh positif di tahun 2024 dan optimis berlanjut di tahun ini,” ungkap Direktur PT Sekar Laut Tbk, John C Gozal pada paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Surabaya, Rabu (23/4/2025).
John mengatakan penjualan ekspor perseroan di 2024 juga tumbuh positif di tengah tekanan global seiring memanasnya perang dagang. Saat ini ekspor perseroan tersebar di 38 negara, di mana negara terbesar tujuan ekspor Belanda, Inggris, Jerman, dan beberapa negara Asia.
“Kondisi tekanan ekonomi global justru menjadi peluang bagi perseroan untuk memaksimalkan pasar domestik, selain juga memperluas negara tujuan ekspor seperti ke Timur Tengah, Afrika, dan negara-negara baru lainnya. Perseroan optimis ekspor tahun ini bisa tumbuh 10%-20%,” ujar John
Dalam kesempatan yang sama Corporate Secretary PT Sekar Laut Tbk, Jimmy Herlambang menambahkan meski perekonomian global masih bergejolak, perseroan mengimbanginya dengan inovasi yang berkelanjutan, mulai dari pengembangan produk sampai ke perluasan jaringan pemasarannya dengan kemampuan adaptasi kondisi pasar guna menangkap peluang baru.
“Perseroan juga akan terus mengeluarkan produk baru yang higienis dan diminati masyarakat, tanpa menurunkan mutu dan kualitas produk yang sudah diproduksi. Dengan begitu, pola hidup masyarakat akan lebih terarah untuk menggunakan produk yang sehat dan praktis,” ujarnya.
Terbukti inovasi aneka produk sambal penjualan melejit dan mampu memberi kontribusi hingga 45%, sedangkan inovasi krupuk ready to eat (krupuk goreng) berkontribusi 25%.
Saat ini, kapasitas produksi Sekar Laut sebesar 48.000 ton per tahun, dengan rician produksi sambal sebesar 25.000 ton, produksi kerupuk sebesar 18.000 ton, dan sisanya produk lain seperti roti, aneka bumbu, dan sebagainya.
Selain itu, perseroan juga akan terus menjaga rantai distribusi, dimana di tahun 2025 ini, akan menambah pengadaan gudang dan depo khususnya di wilayah Indonesia Timur, seperti Palu, Kendari, Kupang, dan Bali. Untuk kebutuhan tersebut, perseroan menganggarkan dana investasi sebesar Rp 40 miliar termasuk untuk penambahan mesin produksi..
Sementara itu dalam RUPS Tahunan tersebut, selain menyepakati perubahan susunan direksi dan komisaris, juga disepakati pembagian dividen bagi pemegang saham sebesar Rp 9 per saham, atau total 50% dari laba bersih perseroan tahun 2024. (hap)











