EkbisHeadlineIndeksIndustri

Laba SIG Naik 363% Menjadi Rp532 Miliar di Triwulan III 2026

×

Laba SIG Naik 363% Menjadi Rp532 Miliar di Triwulan III 2026

Sebarkan artikel ini
Area pembibitan di kawasan Edupark pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

 JAKARTA, PMP  – Di tengah tantangan overcapacity industri semen domestik dan dinamika geopolitik yang memberi tekanan kenaikan harga-harga, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan kinerja keuangan konsolidasi tidak diaudit (unaudited) periode Januari s.d. September 2026 dengan volume penjualan sebanyak 27,87 juta ton, pendapatan sebesar Rp27,67 triliun, beban pokok pendapatan Rp21,55 triliun, EBITDA Rp3,56 triliun, dan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp532 miliar.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan, SIG mencatatkan pertumbuhan kinerja pada periode Januari s.d. September (triwulan III) 2026 dengan mencapai kenaikan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 363,1% (year on year/yoy) menjadi Rp532 miliar.

“Di tengah tantangan overcapacity hingga peningkatan biaya energi, SIG menjalankan inisiatif strategis untuk mengamankan sektor penjualan dan pendapatan, mendorong efisiensi melalui operational excellence, serta pengelolaan keuangan yang baik. Capaian kinerja sembilan bulan tahun 2026 yang positif ini mengindikasikan keberhasilan strategi SIG mengatasi tantangan sekaligus menjaga tren pertumbuhan terus berlanjut,” kata Indrieffouny Indra dalam siaran pers, Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga :  Jembatan Kabanaran Yogyakarta Gunakan Semen UltraPro Produksi Anak Bangsa

Seiring permintaan semen nasional yang menunjukkan pemulihan, penjualan domestik SIG tumbuh 4,2% yoy menjadi 22,27 juta ton dari total volume penjualan yang mencapai 27,87 juta ton.  Penjualan segmen semen kantong domestik menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6% yoy, sementara segmen curah turut menyumbang dengan pertumbuhan 2,9% yoy.

Kinerja penjualan yang bertumbuh menjadi penopang pendapatan SIG yang meningkat 9,3% yoy menjadi Rp27,67 triliun. Beban pokok pendapatan terkendali di angka 6,1% yoy seiring dengan peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya energi. Beban keuangan bersih tercatat turun sebesar 37,0% yoy sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan. EBITDA menguat 8,4% menjadi Rp3,56 triliun, dengan margin relatif stabil.

“Optimalisasi program efisiensi untuk pengendalian biaya maupun operasi telah memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas. SIG membuktikan kinerja yang teruji di tengah situasi industri semen domestik yang menantang. Untuk menjaga profitabilitas tetap positif, ke depan SIG akan terus memaksimalkan peluang bisnis dan memperkuat upaya-upaya efisiensi,” ujar Indrieffouny Indra.

Baca Juga :  Penjualan Semen Indonesia Tumbuh 28% di Tengah Kontraksi Pasar Domestik

Pertumbuhan Berkelanjutan

SIG melihat industri semen domestik masih memiliki prospek yang menjanjikan, terlihat dari perbaikan permintaan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi. Sejumlah program pemerintah akan menjadi penggerak permintaan semen, seperti program 3 juta rumah, pembangunan infrastruktur nasional dan daerah, giant sea wall, investasi industri dan hilirisasi, serta pembangunan sektor swasta meliputi high-rise residential, commercial areas, dan data center.

Untuk menangkap peluang bisnis, SIG akan menjaga kepemimpinan di pasar domestik baik di segmen retail maupun curah melalui pengelolaan pasar mikro dan disiplin harga. Upaya mendorong produk turunan juga akan dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan konstruksi modern yang terus berkembang.

Selain memperkuat pasar domestik, SIG juga akan memaksimalkan pasar ekspor untuk menyiasati overcapacity industri semen domestik dan meningkatkan utilitas, serta mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil. Sejak Juni 2026, SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Baca Juga :  Berdiri Kokoh 47 Tahun, Masjid Istiqlal Tempat Ibadah Favorit Saat Ramadan

Dari aspek penguatan tata kelola, SIG menjalankan program Streamlining Entitas SIG Group dengan melakukan penataan anak usaha. Upaya ini bertujuan untuk mengoptimalkan model business dan menciptakan struktur organisasi bisnis yang efektif dan efisien.

“SIG terus mempromosikan penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang rendah emisi untuk memberikan beragam solusi bagi berbagai kebutuhan pembangunan sehingga setiap aktivitas konstruksi, baik rumah hingga proyek-proyek nasional, dapat dibangun dengan material yang ramah lingkungan,” tutup Indrieffouny Indra. (hap)