EkbisHeadlineIndeksMikro

LARAS PLN UIT JBM Berdayakan Masyarakat Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai Ekonomi

×

LARAS PLN UIT JBM Berdayakan Masyarakat Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, PMP – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) meluncurkan Program LARAS (Limbah Rumah Tangga Sehat), sebuah Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) guna mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular melalui pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga yang inovatif, produktif, dan ramah lingkungan.

Bantuan pelatihan tersebut diserahkan secara langsung oleh General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, kepada Ketua Yayasan Bina Bhakti Lingkungan Kota Surabaya, Muh. Amirur Rosyidin, disaksikan  Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya pada Kamis (9/7/2026).

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyampaikan bahwa melalui Program LARAS, PLN tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga membangun fondasi kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas, inovasi, dan penguatan usaha.

“Melalui Program LARAS, PLN ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa limbah rumah tangga bukan sekadar sampah, tetapi dapat menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Ika dikutip Selasa (14/7/2026).

Baca Juga :  Transaksi SPKLU di Jatim Naik Dua Kali Lipat Selama Liburan Nataru

Program LARAS dirancang dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mengubah paradigma pengelolaan limbah rumah tangga. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengolah limbah organik menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Pelaksanaan Program LARAS dikembangkan melalui tiga pilar utama, yaitu riset produk, produksi produk, dan pemasaran produk.

Pada tahap riset produk, PLN UIT JBM mendukung pengembangan formula dan uji coba tiga produk unggulan, yaitu sabun eco enzyme, katalis kompos, dan Suplemen Organik Cair (SOC) untuk sektor pertanian. Kegiatan ini juga mencakup pelatihan pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme dan kompos kepada 50 warga binaan, penelitian formula oleh Yayasan Bina Bhakti Lingkungan, uji coba produk bersama masyarakat, hingga penyusunan laporan hasil riset sebagai dasar pengembangan produk yang berkualitas.

Baca Juga :  Pendapatan Capai Rp545,4 Triliun, PLN Tembus Fortune Global 500

Tahap berikutnya adalah produksi produk, yang difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi melalui penyediaan berbagai peralatan berbasis listrik. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil produksi, mempercepat proses kerja, serta menciptakan efisiensi operasional bagi kelompok binaan.

Sementara itu, pada aspek pemasaran produk, PLN UIT JBM turut memperkuat kelembagaan usaha melalui fasilitasi pengurusan legalitas UMKM, izin edar Produk Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), hingga penyusunan strategi promosi dan distribusi produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sebagai inovasi dalam pemasaran, PLN juga mendukung pengadaan sepeda motor listrik lengkap dengan box fiberglass sebagai sarana pemasaran keliling sekaligus layanan refill produk ramah lingkungan. Langkah ini tidak hanya memperluas akses pemasaran, tetapi juga memperkuat komitmen penggunaan energi bersih dalam aktivitas usaha masyarakat.

Baca Juga :  PLN UIT JBM Kerja Sama Balai Konservasi SDA Bali Lindungi Aset Jaringan

Ketua Yayasan Bina Bhakti Lingkungan Kota Surabaya, Muh. Amirur Rosyidin, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN UIT JBM yang tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan.

Program LARAS diharapkan dapat menjadi model pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

“Melalui kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat, pengelolaan limbah rumah tangga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” kata Amirur. (hap)