
JAKARTA, PMP — Satriyo, penderita diabetes asal Palembang, terancam diamputasi setelah luka pada kakinya tak kunjung membaik pascaoperasi tumor delapan bulan sebelumnya. Operasi amputasi batal setelah dia melakukan Terapi Tapping.
“Pada awalnya, luka yang diderita Satriyo pascaoperasi tumor yang semula diharapkan bisa pulih, ternyata justru semakin dalam. Diameter luka mencapai sekitar lima sentimeter dengan kedalaman sekitar satu setengah sentimeter,” kata Yuyun Wardhana CM.EFT, praktisi dan pelatih Terapi Tapping, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Pihak rumah sakit pun merencanakan amputasi dalam waktu dua minggu. Namun menjelang jadwal yang ditentukan, Satriyo menjalani Terapi Tapping secara intensif dipandu oleh anak perempuannya yang tinggal di Kendari menggunakan video call.
Dua minggu kemudian saat menjalani pemeriksaan dokter sebelum operasi, kondisi luka ternyata menunjukkan perbaikan. Luka mulai mengering dan jaringan baru mulai tumbuh. Dokter pun membatalkan operasi.
Pemantauan medis selanjutnya dilakukan secara bertahap. Jadwal kontrol yang sebelumnya setiap satu minggu berubah menjadi dua minggu, kemudian tiga minggu, hingga satu bulan.
Setelah tiga bulan, dokter menyatakan kontrol lanjutan tidak lagi diperlukan karena kondisi luka telah membaik.

Mengurangi Beban Emosional Penderita
Pengalaman Satriyo ini menjadi pengingat, bahwa penderita diabetes tidak hanya membutuhkan perhatian terhadap kadar gula darah, tetapi juga perawatan luka yang tepat, pemantauan medis, serta dukungan untuk menghadapi beban emosional selama menderita penyakit diabetes.
“Terapi Tapping merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengelola stres dan emosi. Namun, efektivitas Tapping dalam mempercepat penyembuhan luka diabetes belum terbukti secara memadai, sehingga metode ini tidak menggantikan pengobatan, perawatan luka, maupun keputusan medis dokter,” kata Yuyun.
Mengingat pentingnya mendampingi pasien diabetes secara menyeluruh, Yuyun Wardhana CM.EFT, praktisi dan pelatih Terapi Tapping dengan pengalaman 19 tahun, akan mengadakan kelas khusus bertajuk: “Tenang dan Damai Menjalani Diabetes”.
Kelas khusus Diabetes ini dirancang untuk memperkenalkan praktik Terapi Tapping sebagai pendamping pengelolaan stres dan beban emosional bagi penderita diabetes.
Informasi kelas: Sabtu (31 Oktober 2026), pukul 09.00–12.00 WIB, investasi: Rp297.000, promo: Buy One Get One (bayar satu untuk dua peserta), pendaftaran via WA 0813-2000-2066.
“Melalui kelas khusus ini, peserta diharapkan dapat mempelajari cara mengelola respons emosional dengan lebih baik, sehingga dapat menjalani proses perawatan diabetes dengan lebih tenang. Sebab menghadapi diabetes bukan hanya tentang angka gula darah, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup, ketenangan pikiran, dan konsistensi menjalani perawatan,” kata Yuyun.(GDN)









