EkbisHeadlineIndeksIndustri

Pabrik di Sidoarjo Ekspor Sepeda Listrik ke Eropa

×

Pabrik di Sidoarjo Ekspor Sepeda Listrik ke Eropa

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO, PMP – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming meninjau pabrik sepeda Polygon Factory di Sidoarjo mengapresiasi produsen tersebut yang sukses menjaga pasar ekspor di berbagai negara, hingga yang terbaru ekspor produk inovasi sepeda listrik .

“Polygon merupakan contoh produk dalam negeri yang sukses mampu bersaing dan memenangkan pasar mancanegara. Bahkan, hampir sebagian besar produknya di ekspor dan diserap pasar luar negeri,” ungkapnya dikutip Senin (19/10/2026).

Saat ini Polygon juga sedang aktif meningkatkan kapasitas produksi industri. Hal ini disambut positif Khofifah karena dipastikan akan mendatangkan multiplier effect untuk ekonomi Jatim.

“Kenaikan kapasitas produksi akan memberi dampak positif pada peningkatan pendapatan dan pembukaan lapangan kerja,” ungkap Khofifah yang sempat mencoba sepeda bersama Wapres Gibran saat berkunjung ke pabrik, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga :  Bupati Faida Disanksi Gubernur Khofifah, Tak Digaji Enam Bulan

Menurut Khofifah, kesadaran untuk bangga dan mencintai buatan Indonesia, harus dimulai dari diri sendiri. Setelah itu, menukarkan semangat cinta barang-barang Indonesia kepada teman, sahabat, rekan kerja, saudara bahkan melalui sosial media.

“Rekomendasikan jika barang buatan Indonesia tidak kalah bagus dengan buatan asing,” ajaknya.

Selain ajakan Bangga Buatan Indonesia (BBI), Khofifah mengatakan saat ini pangsa pasar telah bergeser menuju era kendaraan ramah lingkungan. Karena itu, Polygon mengambil langkah besar di akhir 2024 dengan melakukan ekspor perdana sepeda listrik (e-bike) menggunakan baterai produksi dalam negeri.

“Inovasi ini sejalan dengan program hilirisasi industri dan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu Chief Operating Officer/Direktur Operasional PT Insera Sena (produsen Polygon) Soni Hartanto mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah terutama untuk mengadakan pelatihan dengan instansi pendidikan. Seperti program magang maupun kunjungan dari pelajar SMK.

Baca Juga :  Angka Pernikahan Dini di Jatim Masih Tinggi

“Mereka mendapat bekal ilmu yang mungkin tidak didapatkan di sekolah misalnya teknik pengelasan dan perakitan. Selain menambah wawasan dan pengalaman, kolaborasi dengan institusi pendidikan yang ada untuk membuka peluang lapangan kerja,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan inovasi dan produksi Polygon tidak sekadar menyasar dalam negeri tetapi juga dunia. Pasar besar di eropa sebesar 70 persen utamanya di Prancis, Amerika, Kanada dan Australia.

“Mengembangkan ekspor kebanggan bagi industri nasional,” kata Soni. (gdn)