
BOGOR, PMP – PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk unggulannya, KukuBima, bekerja sama dengan Smile Train Indonesia dan RS Hermina Bogor menyelenggarakan baksos operasi gratis sumbing bibir dan langit-langit bagi 50 pasien yang berada di wilayah Bogor dan sekitarnya di awal 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sido Muncul untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan kegiatan sosial tersebut berangkat dari pengalaman hidupnya yang panjang bergelut dengan penyakit, sekaligus keyakinannya bahwa kontribusi sosial merupakan makna penting dalam kehidupan.
“Saya sampai pada satu kesimpulan, ada satu hal yang paling penting dalam hidup, yaitu kontribusi,” ujar Irwan Hidayat, Sabtu (17/1/2026)
Irwan Hidayat menceritakan, pada usia 21 tahun ia pernah mengalami sakit berat yang berlangsung selama berbulan-bulan. Pengalaman panjang keluar-masuk rumah sakit, termasuk mengalami gangguan tidur dan fobia terhadap rumah sakit, menjadi pelajaran berharga baginya tentang arti kesehatan dan empati terhadap pasien serta keluarga mereka.
“Saya paham betul perasaan orang tua yang anaknya sakit sejak lahir. Dunia seperti runtuh. Tapi pengalaman saya menunjukkan, tidak semua yang kita alami itu buruk. Bisa jadi itu adalah jalan hidup yang membawa kebaikan,” katanya.
Irwan menegaskan setiap orang memiliki hak untuk hidup sehat dan memperoleh penghidupan yang layak.
“Setiap orang diberi hak untuk hidup sehat dan mencari nafkah. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irwan juga mengajak dunia usaha untuk turut berperan aktif mendukung program sosial, terutama di tengah tantangan global dan keterbatasan yang dihadapi pemerintah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha harus ikut hadir dan membantu masyarakat dengan cara yang positif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Irwan berharap, kegiatan bakti sosial ini tidak hanya membantu pasien secara medis, tetapi juga memberi harapan dan semangat baru bagi keluarga pasien.
“Kalau kita hidup tidak rakus dan mau berbagi, setiap orang bisa hidup layak dan sehat,” tutur Irwan Hidayat.

Direktur RS Hermina Bogor, dr. Muyi Ayoe Hapsari, SH, MM, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya Sido Muncul yang telah berkolaborasi sejak 2023. Melalui program bakti sosial operasi gratis ini, lebih dari 600 penyintas bibir sumbing dan kelainan sejenis telah terbantu.
Menurutnya, program tersebut tidak menargetkan jumlah pasien secara kuantitatif, melainkan menitikberatkan pada kebermanfaatan dan keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Target kami sebenarnya bukan pada jumlah sebanyak-banyaknya, melainkan pada kebermanfaatannya,” kata dr. Muyi.
Dokter Muyi menyoroti masih adanya persepsi keliru di masyarakat terkait bibir sumbing yang kerap dianggap sebagai kondisi yang tidak dapat diperbaiki. Padahal, bibir sumbing merupakan kelainan bawaan yang bisa ditangani melalui tindakan medis.
“Bibir sumbing bukanlah hambatan permanen. Kondisi ini dapat diperbaiki melalui tindakan operasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, dr. Muyi menjelaskan penanganan pasien bibir sumbing dan langit-langit tidak berhenti pada tindakan operasi semata.
“Operasi sumbing tidak selesai di meja operasi. Ada proses panjang yang harus dikawal, mulai dari persiapan gizi, operasi lanjutan, hingga terapi bicara,” jelasnya.
Tugas tenaga kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan adalah memberikan edukasi serta memotivasi keluarga pasien agar berani membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sido Muncul yang telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Jumlah penerima manfaatnya tidak sedikit, sudah ribuan orang yang merasakan langsung manfaat dari program-program kemanusiaan Sido Muncul,” ujar Walikota Bogor, Dedie A. Rachim
Dedie menyebutkan operasi bibir sumbing dan langit-langit bukanlah tindakan medis dengan biaya murah dan tidak seluruhnya dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Karena itu, baksos Sido Muncul ini sangat membantu keluarga pasien, terutama dari kalangan kurang mampu.
“Biaya operasi bibir sumbing tidak murah dan tidak selalu ditanggung BPJS. Karena itu, kegiatan ini sangat berarti bagi keluarga pasien,” katanya.
Ia berharap kerja sama antara dunia usaha, tenaga medis dan pemerintah daerah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Kolaborasi antara dunia industri, tenaga medis, dan pemerintah daerah inilah yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Country Manager and Program Director Indonesia, Smile Train Indonesia, Deasy Larasati menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berkelanjutan dengan Sido Muncul dan RS Hermina Bogor. Ia menjelaskan Smile Train bekerja sama dengan sekitar 180 dokter dan sejumlah rumah sakit di Indonesia untuk memberikan penanganan sumbing secara komprehensif, termasuk operasi, terapi wicara, dan perawatan ortodonti.
“Setiap tahun sekitar 7.000 anak lahir dengan kondisi sumbing dan langit-langit di Indonesia. Karena itu, kolaborasi semua pihak, termasuk media, sangat penting agar masyarakat mengetahui akses layanan operasi gratis ini,” katanya.
Salah satu keluarga pasien, Nimah asal Kemang, Bogor, mengaku sangat terbantu dengan adanya program operasi sumbing bibir dari Sido Muncul. Ia mengatakan, cucunya yang berusia sekitar tujuh bulan akhirnya bisa menjalani operasi setelah menunggu dan mencari informasi ke berbagai tempat.
“Alhamdulillah banget ada operasi bibir sumbing gratis ini. Kami sangat terbantu. Terima kasih kepada Sido Muncul atas bantuannya,” ujar Ibu Nimah saat ditemui di RS Hermina Bogor.
Nimah mengungkapkan, saat pertama kali mengetahui cucunya terlahir dengan bibir sumbing, ia sempat kaget dan sedih. Kondisi ekonomi keluarga yang hanya mengandalkan penghasilan sebagai buruh harian membuat biaya operasi menjadi beban tersendiri.
“Saya sempat sedih dan menangis. Apalagi katanya bibir sumbing ini tidak dicover BPJS, jadi bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami,” katanya.
Sido Muncul telah menyelenggarakan bakti sosial operasi sumbing bibir gratis sejak tahun 2018, dan pertama kali dilakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Selain bekerjasama dengan Smile Train Indonesia, Sido Muncul juga menggandeng beberapa lembaga atau yayasan lainnya.
Kerja sama Sido Muncul bersama Smile Train Indonesia yang terjalin sejak 2022 hingga akhir Desember 2025 telah membantu operasi sumbing bibir terhadap 410 pasien di berbagai daerah di Indonesia. Secara keseluruhan, Sido Muncul telah mendukung penanganan 754 pasien sumbing bibir hingga saat ini. (hap)












