
Surabaya, PMP – Rajin berlatih menulis bisa menjadi kebanggaan. Ulvi Nur Laily, mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), terpilih sebagai salah satu penulis blog terbaik untuk mahasiswa di tingkat ASEAN.
Ulvi yang belajar di Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) itu, blognya yang diberi nama ulvilaily.wordpers.com masuk dalam deretan 36 The Best Blog dari 343 mahasiswa peserta SEA-Teacher batch VIII.
SEA-Teacher Project atau biasa disebut Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia, merupakan program yang bertujuan memberi kesempatan bagi mahasiswa dari universitas yang ada di Asia Tenggara agar berpengalaman praktik mengajar di sekolah-sekolah negara lain di Asia Tenggara.
Pada SEA-Teacher batch VIII, Ulvi terpilih untuk mengajar dan belajar di Filipina. Selain Ulvi, masih ada dua mahasiswa Unusa lainnya yang lolos SEA-Teacher. Mereka dari Prodi Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Ulvi menerima kabar dirinya termasuk 36 blogger terbaik dari Koordinator Tim SEA-Teacher Unusa dan GENUS Nafiah, S.Pd.I., M.Pd.
“Alhamdulillah, semua doa buat Allah. Saya tidak percaya dan bercampur gembira ketika dikabari bahwa blog saya masuk dalam daftar The Best Blog,” tulis Ulvi di halaman depan blognya.
Kenal Blog Sejak SMA
Ulvi pantas berbangga karena kerja keras agar blognya menang, ternyata membuahkan hasil manis. Begitu terpilih mengikuti program SEA-Teacher untuk penempatan di Filipina, Ulvi mulai browsing berbagai hal terkait SEA-Teacher.
“Salah satunya tentang laporan blog atau blog report. Saya lihat blog-blog peserta terdahulu yang mendapatkan penghargaan blog terbaik. Saya pelajari bagaimana desainnya, isinya, atau apa saja,” papar Ulvi.

Ulvi semakin terbantu karena Tim Koordinator SEA-Teacher UNUSA dan GENUS ikut memfasilitasi para peserta SEA-Teacher untuk mengikuti pelatihan singkat membuat blog menarik sebelum berangkat ke Filipina. Pelatihan tersebut bekerjasama dengan Tim IT UNUSA.
“Salah satu orang yang mengajari saya adalah Pak Drajat. Beliau mengajari saya mulai dari pembuatan blog, mendesain, cara post, cara menambah widget, dan lain sebagainya,” katanya sembari menyebut Drajat Uji Cahyono, Direktur Sistem Informasi dan Perpustakaan Unusa.
Ilmu praktis itu ternyata sangat bermanfaat saat berada di Filipina.
“Saya merancang post yang akan saya publikasikan di sela-sela waktu mengajar dan mengerjakan tugas sekolah. Setelah malam dan internet lancar, saya menyempatkan untuk mem-post tulisan saya,” ujarnya.
Pada program SEA-Teacher, semua peserta memang diwajibkan menulis blog report sesuai ketentuan pihak penyelenggara. Misalnya: blog harus menarik, tidak seperti cerita harian, tapi juga tidak seperti laporan makalah. Juga harus memuat apa yang sudah ditentukan, seperti profil sekolah penempatan, praktik mengajar, perencanaan pembelajaran, dan kegiatan lain selain mengajar.
Semua kriteria dinilai. Jika blog memiliki nilai di atas 75, maka peserta akan mendapat sertifikat kelulusan telah mengikuti SEA-Teacher.
Ulvi berharap agar ke depan, peserta SEA-Teacher selanjutnya dari Unusa bisa lebih baik. “Minimal bisa masuk best blog lagi,” katanya.
Sementara menurut Nafiah, S.Pd.I., M.Pd., teknik penulisan Ulvi di blognya memang bagus. Dia menulis semua kegiatannya secara runut dan mudah dipahami.
“Wajar jika Ulvi masuk 36 The Best Blog,” katanya.
Ulvi sendiri berjanji bakal terus mengasah kepiawaiannya menulis. Ikhtiarnya membuat bangga Unusa sudah tercapai. Namun tentu, dia bakal terus menulis demi masa depan dan cita-citanya (gdn)