
BOGOR, PMP – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui KukuBima bekerja sama dengan Yayasan TOP dan RS Permata Jonggol, Bogor menggelar bakti sosial operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit bagi 20 pasien dengan total bantuan senilai Rp355, 25 juta. Program ini menjadi bagian dari komitmen Sido Muncul menyambut usia ke-75 tahun pada November 2026 melalui kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat bersama perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari, kepada Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani, MARS, disaksikan Camat Jonggol Andri Rahman, S.STP., M.Si., jajaran dokter spesialis, tenaga medis, hingga keluarga pasien bertempat di RS Permata Jonggol, Bogor pada Jumat (22/5/2026).
Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam membantu akses kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak penderita bibir sumbing dari keluarga kurang mampu. Ia berharap anak-anak yang menjalani operasi dapat tumbuh lebih percaya diri dan memiliki masa depan lebih baik.
“Kalau sudah sembuh, mereka pasti lebih pede. Masa depannya juga mudah-mudahan jadi lebih baik,” kata Irwan dalam keterangan yang dikutip Minggu (24/5/2026).
Dalam baksos ini, Sido Muncul melalui KukuBima bekerja sama dengan Yayasan TOP (Tangan Orang Peduli) yang diketuai Nathalia Soetrisno. Salah satu anggota yayasan tersebut, Rheno Adrian Hidayat, turut berperan menjembatani kolaborasi antara Sido Muncul dan Yayasan TOP hingga kegiatan bakti sosial ini dapat terlaksana di RS Permata Jonggol.
Dari total bantuan sebesar Rp355.250.000 yang didonasikan, rincian bantuan berasal dari Yayasan TOP sebesar Rp200.000.000 dan Sido Muncul sebesar Rp155.250.000. Irwan menilai masih banyak orang tua yang ingin anaknya menjalani operasi, namun terkendala biaya dan minim informasi.
“Saya rasa semua orang tua pasti ingin anaknya dioperasi, cuma bingung bagaimana caranya. Kalau ada yang mengalami bibir sumbing, silakan mendaftar ke rumah sakit atau lewat BPJS,” ujarnya.
Menurut Irwan, keterlibatan dunia usaha juga penting untuk membantu masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan pemerintah.
“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Perlu partisipasi masyarakat dan pengusaha untuk membantu warga yang membutuhkan,” katanya.
Kolaborasi Yayasan TOP dan Sido Muncul dalam bakti sosial ini menjadi yang pertama kali dilakukan. Yayasan TOP (Tangan Orang Peduli) itu sendiri merupakan yayasan sosial yang lahir dari keyakinan bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Didirikan oleh komunitas pecinta olahraga raket, TOP hadir dengan visi sederhana namun kuat: mengubah semangat olahraga menjadi gerakan kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Berawal dari komunitas tenis di Surabaya, TOP juga aktif mendukung perkembangan olahraga padel yang tengah berkembang pesat di Indonesia. Para pendiri dan penggerak TOP, melihat olahraga ini memiliki semangat kebersamaan yang kuat serta potensi besar untuk menjadi sarana berbagi kepada sesama. Bagi TOP, tenis dan padel bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah membangun solidaritas, komunitas, dan aksi kepedulian sosial.
Perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari, mengatakan sebagian dana bantuan untuk bakti sosial operasi bibir sumbing ini berasal dari penyelenggaraan Tolak Angin X TOP Tennis and Padel Tournament 2026 di Surabaya. Turnamen tersebut digelar komunitas tenis lapangan sebagai ajang penggalangan dana sosial.
“Kami dari komunitas tenis di Surabaya rutin mengadakan turnamen, lalu hasilnya digunakan untuk kegiatan charity,” ujar Maya.
Menurut dia, setiap pertandingan dan dukungan dari sponsor maupun peserta turnamen menjadi kontribusi nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Setiap pertandingan, sponsor, dan dukungan yang diberikan ternyata bisa menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dan keluarga pasien,” katanya.
Maya berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ia juga berharap semangat berbagi yang selama ini konsisten dijalankan Sido Muncul dapat menjadi inspirasi bagi Yayasan TOP untuk terus aktif membantu masyarakat.
Direktur RS Permata Jonggol dr. Sri Handayani, MARS menyebut kegiatan bakti sosial ini menjadi momen penting yang menghadirkan harapan baru bagi keluarga pasien. “Ini bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi juga awal perjalanan baru yang lebih baik bagi anak-anak yang kita cintai,” kata dr. Sri Handayani.
Ia menjelaskan, program operasi gratis tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia usaha, yayasan sosial, dan fasilitas kesehatan. Untuk memastikan operasi berjalan aman, dr. Sri Handayani mengatakan pihak rumah sakit menyiapkan tim medis lengkap.
“Tim medis terdiri dari dokter spesialis bedah plastik, dokter spesialis anak, dan dokter anestesi,” ujar Sri Handayani.
Sebelum menjalani operasi, setiap pasien harus melalui tahapan screening kesehatan yang ketat. “Anak-anak diperiksa dulu oleh dokter spesialis anak. Kalau dinyatakan sehat dan lolos screening, baru bisa dilakukan tindakan operasi,” jelasnya.
Dokter Sri Handayani menyebut program operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit ini masih dibuka hingga Oktober 2026 agar semakin banyak masyarakat yang terbantu. “Kami berharap bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi dan menangani lebih banyak pasien,” katanya.
Adapun syarat operasi untuk pasien bibir sumbing minimal berusia tiga bulan dengan berat badan lima kilogram. Sedangkan pasien sumbing langit-langit minimal berusia satu tahun dengan berat badan sekitar delapan hingga sembilan kilogram. “Anak juga harus dalam kondisi sehat, tidak sedang demam, batuk, pilek, atau memiliki penyakit bawaan tertentu,” ujarnya.
Camat Jonggol Andri Rahman mengapresiasi kontribusi Sido Muncul, Yayasan TOP, dan RS Permata Jonggol dalam membantu masyarakat Bogor dan sekitarnya.
“Kami bersyukur karena ini sudah menjadi kegiatan sosial ketiga bersama Sido Muncul di RS Permata Jonggol, setelah sebelumnya ada program stunting dan operasi katarak,” katanya.
Menurut Andri, kegiatan baksos operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit ini sangat membantu masyarakat yang belum sepenuhnya mendapatkan akses layanan kesehatan.
“Ada sebagian warga yang mungkin belum bisa ter-cover pemerintah, sehingga kegiatan sosial seperti ini sangat meringankan masyarakat,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, kesempatan mengikuti operasi gratis yang digelar KukuBima bersama Yayasan TOP dan RS Permata Jonggol menjadi harapan besar bagi Novianti, ibu dari Maher (9 bulan), pasien bibir sumbing. Novi mengaku sangat bersyukur karena bantuan tersebut meringankan beban keluarga yang sebelumnya khawatir soal biaya operasi.
Bagi Novianti, operasi ini bukan sekadar tindakan medis. Ia berharap Maher kelak bisa tumbuh tanpa rasa minder dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya. “Saya bersyukur sekali mendapatkan kesempatan operasi ini. Semoga anak saya bisa seperti anak-anak pada umumnya,” tuturnya.
Sebagai informasi, program operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit telah dijalankan Sido Muncul sejak 2018 dan pertama kali digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bekerja sama dengan Yayasan Tangan Orang Peduli (TOP), Sido Muncul juga menggandeng beberapa lembaga atau yayasan lainnya untuk membantu penderita sumbing bibir di beberapa daerah Indonesia. Hingga kini, sebanyak 774 pasien telah menerima bantuan operasi bibir sumbing.
Memasuki usia ke-75 tahun pada November 2026 mendatang, Sido Muncul terus menunjukkan komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya lewat produk, tetapi juga kontribusi sosial yang berdampak langsung. (hap)












