
SURABAYA, PMP – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik mendukung program keberlanjutan lingkungan dengan memanfaatkan limbah/sampah organik dari lingkungan kantor di bawah wilayah kerja UPT Gresik untuk diolah menjadi pupuk kompos melalui fasilitas Rumah Kompos yang dikelola langsung oleh Gardu Induk (GI) Tandes.
General Manager (GM) UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyampaikan bahwa inisiatif ini bukan hanya sebatas program internal, tetapi juga sebagai bentuk sinergi PLN dengan masyarakat dan instansi sekitar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Momen Hari Pelanggan Nasional tahun ini lebih istimewa, karena kami bisa turut serta dalam program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui pembagian pupuk kompos buatan rekan-rekan di GI Tandes ini,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (16/9/2025).
Pupuk kompos yang dihasilkan dibuat dari bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar, seperti daun kering, rumput, dan serpihan kayu hasil perawatan tanaman di area kantor seluruh Gardu Induk yang berada di wilayah kerja UPT Gresik. Dalam proses pembuatannya, seluruh pegawai GI Tandes turut terlibat aktif, sehingga program ini sekaligus menjadi wadah kolaborasi dan pembelajaran dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah organik di sekitar lingkungan kantor, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa pupuk ramah lingkungan. Sebagai langkah awal memperkenalkan produk tersebut, pada tanggal 9 September 2025 UIT JBM melalui Tim UPT Gresik mendistribusikan pupuk kompos tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup Rayon Taman Barat 2, sejumlah 770,64 Kg.
“Sebagai tahap awal, pupuk ini baru kami distribusikan ke Dinas Lingkungan Hidup, sebagai wujud komitmen PLN mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mewujudkan green lifestyle melalui pengelolaan limbah yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Ika.
Untuk memberikan jaminan kualitas, pupuk kompos yang dihasilkan akan melalui proses uji laboratorium terlebih dahulu. Dengan langkah ini, UIT JBM ingin memastikan bahwa pupuk kompos yang dihasilkan benar-benar aman, layak, dan bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan yang berada di sekitar aset penyaluran.
Ika berharap keberadaan Rumah Kompos tidak hanya dapat mengurangi limbah organik, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar baik untuk pertanian dan penghijauan.
“Seluruh pupuk kompos yang telah didistribusikan ini akan dipergunakan untuk memupuk tanaman yang ada di taman daerah Pakal, Surabaya.” kata Ika. (hap)












