
JAKARTA, PMP – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk memandang optimis pasar 2026 dengan menargetkan pertumbuhan laba bersih secara tahunan tumbuh 8% seiring dengan proyeksi kenaikan pendapatan.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi kinerja tahun sebelumnya dengan pendapatan dan laba yang diperkirakan tumbuh di kisaran 5%.
Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat mengatakan perusahaan bakal menggenjot berbagai strategi untuk merealisasikan target pendapatan dan laba 2026, mulai dari peluncuran produk baru, penguatan efisiensi biaya, hingga peningkatan porsi penjualan ekspor.
“Kami menargetkan peningkatan pasar ekspor secara bertahap, dengan membuka pasar baru di kawasan Afrika, Asia Tenggara, dan Timur Tengah pada 2026,” kata David dalam keteranagannya yang dikutip Senin (19/1/2026).
Menurutnya, kapasitas produksi Sido Muncul saat ini masih memadai untuk menopang ekspansi penjualan di seluruh lini usaha, termasuk dalam memenuhi permintaan dari pasar ekspor.
Perusahaan melihat peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekspor pada 2026, seiring strategi ekspansi ke pasar internasional. Saat ini, kontribusi ekspor terhadap total penjualan Sido Muncul masih berada di kisaran 10%.
Dengan kesiapan tersebut, perseroan optimistis mampu memperluas jangkauan produk jamu dan farmasi ke berbagai negara.
Meski begitu, Sido Muncul tetap menempatkan penguatan pasar domestik sebagai prioritas utama dalam jangka pendek. Strategi ini dijalankan melalui perluasan kanal distribusi serta peluncuran inovasi dan varian produk baru.
“Fokus kami saat ini tetap pada penguatan pasar domestik melalui perluasan distribusi dan peluncuran produk baru, sekaligus mendorong ekspansi ekspor ke negara-negara prioritas,” kata David.
Kontribusi ekspor menjadi salah satu katalis penting yang diharapkan menopang target pertumbuhan kinerja Sido Muncul pada 2026.
Katalis positif bisnis Sido Muncul meliputi inovasi produk baru, efisiensi biaya operasional, serta peningkatan kontribusi ekspor.
Untuk tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 8% secara tahunan atau year on year (YoY).
Hingga Kuartal III-2025, Sido Muncul mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,72 triliun, tumbuh 3,89% YoY dibandingkan Rp2,62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang penjualan jamu herbal dan suplemen yang me ngaami kenaikan dari Rp1,54 triliun menjadi Rp1,60 triliun, serta segmen makanan dan minuman yang meningkat dari Rp986,04 miliar naik menjadi Rp1,02 triliun.
Sejalan dengan kinerja penjualan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Sido Muncul juga tumbuh 5,19% YoY menjadi Rp818,54 miliar, dibandingkan Rp778,11 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (hap)












