Anjing Galak Trump dan Rasisme yang Menginstitusi

Juni 1, 2020

Demo antirasisme di Minnepolis AS. (kerem yucel/AFP)

Jakarta, PMP – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap rasisnya saat berkomentar tentang pengunjuk rasa antirasisme terkait pembunuhan pria berkulit hitam George Floyd oleh empat polisi kulit putih Minneapolis. Sementara Wali Kota Washington DC perempuan berkulit hitam Muriel Bowser justru menyebut Trump sedang ketakutan.

Pada Jumat sore (30/5/2020), Trump mengancam para pengunjuk rasa yang berkumpul di  Taman Lafayette Square Park, seberang Gedung Putih di Washington DC agar tak menyebrangi pagar karena bakal disambut anjing paling buas dan senjata.

“Kerumunan massa besar, terorganisir secara profesional, tapi tidak ada yang datang mendekat untuk menyeberang pagar. Jika mereka melakukan itu, mereka akan disambut oleh anjing paling buas dan senjata,” kata Trump seperti dilansir Reuters pada Jumat (30/5/2020).

Baca juga: Trump Bertengkar dengan Wartawan Keturunan China, Viral Tagar #StandWithWeijiaJiang

Trump kemudian melanjutkan melalui cuitan di Twitter, ”Banyak agen dinas rahasia yang menunggu untuk bertindak.” Trump juga memuji agen dinas rahasia yang menjaga Gedung Putih, kantor dan tempat tinggal resmi Presiden AS.

“Mereka sangat tenang. Saya di dalam memantau setiap gerakan dan saya merasa sangat aman,” kata Trump.

George Floyd dan aksi brutal Derek Chauvin.

Amerika Serikat memang sedang membara akibat unjuk rasa besar-besaran yang berujung anarkis di berbagai kota. Aksi empat polisi kulit putih Minneapolis pada Senin (25/5/2020) terhadap George Floyd, di mana Derek Chauvin menekan leher belakang ke aspal dengan lutut selama 8 menit 46 detik yang mengakibatkan kematian, telah membuat marah masyarakat AS yang antirasisme.

George Floyd ditangkap polisi setelah dituding menggunakan uang palsu untuk bertransaksi di sebuah restoran di dekat tempat kejadian. Sayangnya, upaya penangkapan disertai kekerasan berbau rasis, mengingat saat lehernya ditekan ke aspal, tangan Floyd telah diborgol.

Hal yang mencengangkan, Trump justru menyebut berbagai demonstrasi sebagai bagian dari MAGA atau Make America Great Again yang menjadi slogan kampanyenya pada Pilpres tahun 2016.

Membalas sengit komentar berbau rasis Sang Presiden, Wali Kota Muriel Bowser menyebutnya sebagai bentuk ketakutan Trump.

“Tidak ada anjing galak dan senjata yang ada hanya seorang lelaki yang merasa takut,” kata Bowser.

Dia bahkan menyebut rasisme telah menginstutusi di pemerintahan AS.

“Saat Trump bersembunyi di balik pagar ketakutan dan kesendirian, saya berdiri bersama rakyat secara damai menggunakan Hak Amandemen Pertama setelah pembunuhan George Floyd dan ratusan tahun rasisme yang terinstitusionalisasi,” kata Bowser.(bim)