PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

100 Dokter Telah Gugur Akibat COVID-19, Ayo Taati Protokol Kesehatan

COVID-19 Indonesia
Ilustrasi proses pengambilan sampel darah untuk rapid test.(pmp/bhmo)

Jakarta, pmp – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengabarkan sudah ada 100 orang dokter yang gugur akibat COVID-19 selama enam bulan masa pandemi, sejak awal Maret hingga 30 Agustus 2020.

Data IDI disampaikan Halik Malik, Humas IDI, melalui keterangan tertulis pada Senin (31/8/2020).

“IDI mencatat dokter yang meninggal dunia dengan COVID-19 sudah genap 100 orang,” kata Halik sembari menyebut seluruh dokter tersebut telah terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah dokter di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 81.011 orang. Sebaran terbanyak terpusat di Jawa, yakni DKI Jakarta 11.365 orang, Jawa Timur 10.802, Jawa Tengah 9.747 dan Jawa Barat 8.771.

Baca Juga :   Tiga Bisnis Menguntungkan Masa New Normal Ala Sandiaga Uno

Sementara itu,  Mardani Ali Sera, politisi PKS, mengajak seluruh rakyat Indonesia mengheningkan cipta dan berdoa untuk 100 dokter yang gugur akibat COVID-19.

Menurut Mardani melalui akun Twitternya @MardaniAliSera pada Senin (31/8/2020), mereka adalah pahlawan Indonesia yang sesungguhnya di masa pandemi. Untuk itu, setidaknya semua pihak mau memberikan penghormatan buat mereka.

“Saya mohon rekan-rekan untuk menyempatkan waktu mengheningkan cipta serta berdoa untuk 100 pahlawan kesehatan kita yang gugur. Mereka pahlawan sesungguhnya di situasi saat ini, Insya Allah mereka husnul khotimah. Alfatihah @PBIDI,” kata Mardani.

Menurutnya, hal itu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa COVID-19 tidak hanya berbicara mengenai kesehatan individu, tapi kesehatan masyarakat dan bangsa.

Baca Juga :   Rekor COVID-19 Pecah Lagi, Kasus Positif Baru 1.241

“Jika kasus terus meningkat tapi fasilitas layanan kesehatan tidak bertambah, kapasitas bisa membeludak dan petugas kesehatan kita bisa kewalahan,” paparnya.

COVID-19 bukan sekadar angka kasus positif nasional, namun di lain hal, ada kesehatan tenaga medis yang juga perlu dipikirkan.

“Kabar ini tak boleh menciutkan mental kita. Semuanya ayo taati protokol kesehatan. Pemerintah perlu perbuat sesuatu agar krisis ini tidak semakin dalam dan parah,” katanya.(gdn)