PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Data BPS : Kunjungan Wisman 2020 Rontok 75% Dibanding 2019

Seminyak Bali
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia, termasuk Bali, di sepanjang 2020 turun drastis akibat corona. (budgetdirect.com.au)

Jakarta, pmp – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun 2020 rontok 75% dibanding 2019 akibat pandemi corona. Jumlah wisman  2020 tercatat 4.02 juta orang, sementara 2019 tercatat 16,1 juta orang.

“Tampaknya sektor pariwisata masih akan menghadapi tantangan berat selama pandemi belum terkontrol,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat konferensi pers secara daring, Senin (1/2/2021).

Menurut Suhariyanto, berdasarkan pintu masuk ke Indonesia, mayoritas wisman berkunjung melalui jalur darat mencapai 96 ribu orang atau 59% dari total kunjungan, masuk via laut 27% dan udara 14%.

Khusus jalur udara, peningkatan kunjungan wisman terjadi di Bandara Ngurah Rai dan Bandara Soekarno Hatta. Sedangkan jalur laut kenaikan hanya melalui Batam.

Baca Juga :   Buruan, Tiket Promo Sepekan Harga Gledek Liburan Domestik di Tiket.com

“Mereka datang bukan untuk leisure, tapi ada beberapa tamu yang datang untuk conference dan lembaga internasional,” jelasnya.

Berdasarkan kebangsaan, dominasi kunjungan wisman berasal dari Timor Leste mencapai 49,4%, Malaysia 28,2%, atau China 4,3%.

Penumpang Pesawat Anjlok 57,76%

BPS juga mencatat jumlah penumpang domestik transportasi udara anjlok 57,76% dari 76,69 juta orang pada 2019 menjadi 32,39 juta orang pada 2020. Jumlah penumpang internasional bahkan lebih parah, anjlok 80,61% dari 18,85 juta orang menjadi 3,66 juta orang.

“Pandemi covid yang membatasi masyarakat membuat sektor transportasi terpukul sangat dalam,” ujar Suhariyanto.

Namun pada Desember 2020,  jumlah penumpang udara meningkat, domestik naik 23,44% dan internasional 30,2%. “Ini karena libur Natal dan cuti tahun baru,” jelasnya.

Baca Juga :   Kunjungan Wisman Anjlok 84%, Sandiaga Semangati Pelaku Parwisata Kepri

Jumlah penumpang kereta api juga turun 56,4% dari 426,88 juta orang pada 2019 menjadi 186,13 juta orang pada 2020. Sementara angkutan barang menggunakan kereta api tidak turun drastis, hanya 5,19% dari 51,1 juta ton menjadi 48,45 juta ton.

Jumlah penumpang transportasi laut turun 40,66% dari 23,93 juta orang menjadi 14,2 juta orang, sementara angkutan barang justru naik 1,61% dari 297,77 juta ton menjadi 302,57 juta ton. (hps)