PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Tren

Italia vs Austria : Tampil Tanpa Beban Senjata Pamungkas Unsere Burschen

Lorenzo Insigne beradu ketajaman Christoph Baumgartner Stadion Wembley
Penyerang Italia Lorenzo Insigne bakal beradu ketajaman melawan penyerang Austria Christoph Baumgartner di Stadion Wembley.(uefa.com)

Jakarta, pmp – Italia meski difavoritkan menang pada laga 16 besar UERO 2020 melawan Austria, mereka harus tetap mewaspadai Unsere Burshen –sebutan Timnas Austria yang berarti ‘Para Pemuda Kami’- yang bakal tampil tanpa beban di Stadion Wembley London pada Minggu dini hari nanti (27/6/2021).

Pelatih Azzurri Roberto Mancini (56) bukannya tak mengetahui kelebihan calon lawannya yang menjadi runner up Grup C di bawah Belanda.

“Austria memiliki kualitas, mereka agresif. Kami harus memainkan pertandingan yang hebat karena ini adalah bagian dari kompetisi di mana anda tidak boleh membuat kesalahan. Itulah keindahan turnamen ini, anda harus menang dengan paksa. Anda tidak bisa melakukan hal lain,” kata Mancini seperti dikutip UEFA.com.

Menurut Mancini, kehadiran 25 ribu tifosi ke Stadion Wembley pada laga nanti bakal membuat atmosfer Stadion Wembley seolah Stadion Olimpico Roma, di mana mereka begitu digdaya melibas Turki, Swiss dan Wales dengan 7 gol tanpa kebobolan.

“Kami akan bermain di depan 25.000 penggemar dan itu penting, itu indah dan menciptakan atmosfer lain. Di Roma kami menciptakan sesuatu yang istimewa. Wembley adalah stadion yang fantastis dan akan ada atmosfer yang bagus. Kami senang berada di sini ,” katanya saat jumpa pers di Stadion Wembley London.

Baca Juga :   Belgia vs Portugal : Ini Perbandingan Lukaku Lawan Ronaldo

Pernyataan Mancini tentang agresivitas anak asuh Franco Fonda (55) tampaknya didasari laga saat Austria melibas Ukraina 1-0, di mana menunjukkan kemampuan menyerang Unsere Burschen. Jika mereka memiliki keberanian melakukan hal sama saat melawan Azzurri, bukan tak mungkin mereka bakal sukses menjegal langkah sang jawara Grup A.

Gli Azzuri Wembley London
Skuad Gli Azzuri mengunjungi Stadion Wembley London menjelang laga hidup-mati melawan Austria.(uefa.com)

Pernyerang Italia asal Napoli, Lorenzo Insigne (30) menyebut kelebihan Austria tak lain kekuatan fisik laiknya tim Eropa timur lainnya.

“Kami telah menyaksikan beberapa pertandingan Austria. Dari apa yang kami lihat, mereka adalah tim yang sangat mengandalkan fisik yang dapat berlari dan menekan sepanjang pertandingan. Tapi kami harus menang dan tidak terpengaruh oleh mereka. Kami akan memainkan sepak bola kami. Kami akan tetap tenang dan bersiap untuk pertandingan ini dan memainkan permainan yang hebat,” kata Lorenzo Insigne, penyerang Italia.

Baca Juga :   Inggris vs Denmark : Menunggu Wembley Bergemuruh Sambut Rekor Baru Three Lions

Lalu bagaimana Unsere Burschen menyikapi laga di Wembley?

Franco Foda, pelatih Austria, menyebut Italia merupakan tim yang paling membuatnya terkesan.

“Kami penuh percaya diri dan fokus pada Italia. Italia adalah tim yang paling membuat saya terkesan. Mereka menyerang dengan baik, posisi mereka bagus dan mereka juga kuat dalam transisi. Bahkan di pertandingan ketiga, mereka terlihat kuat meski melakukan banyak perubahan. Mereka adalah pasukan berbahaya,” kata Foda.

Sementara David Alaba (29), bek serba bisa Austria asal Bayern Munchen yang baru saja hijrah ke Real Madrid, menyebut bermain di Wembley melawan Italia di babak 16 besar EURO 2020 merupakan mimpi yang menjadi kenyataan.

“Akan luar biasa jika kami menang melawan Italia dan mencapai perempat final di Munich. Itu akan menjadi luar biasa bagi kami semua, mimpi lain menjadi kenyataan. Tapi kami belum memikirkannya. Fokus kami adalah pada permainan,” katanya.

David Alaba bahkan optimis menjalani laga melawan Italia di Stadion Wembley London yang baginya menorehkan kenangan sangat indah saat menjuarai Liga Champion Eropa tahun 2013 bersama Bayern Munchen.

Baca Juga :   Gianluca Zambrotta : Chiesa Bisa Jadi Penentu Saat Ladeni Belgia
David Alaba Stadion Wembley Liga Champion 2013 Bayern Munchen
David Alaba memiliki kenangan manis dengan Stadion Wembley saat menjuarai Liga Champion 2013 bersama Bayern Munchen.(uefa.com)

“Saya pernah bermain di Stadion Wembley dan mendapatkan hasil yang sangat positif pada final Liga Champions tahun 2013, di mana kami memenangkan pertandingan. Jadi tentu saja saya mengaitkan stadion ini dengan pikiran dan kenangan positif. Melawan Italia adalah pertandingan yang sangat istimewa di stadion yang hebat,” katanya.

Sementara Florian Grillitsch (25), gelandang Austria yang bermain untuk klub Bundesliga 1899 Hoffenheim, memahami bahwa Italia lebih difavoritkan memenangkan laga.

“Tentu saja kami tahu bahwa Italia adalah favorit. Tetapi kami telah mencapai sesuatu yang bersejarah. Mengapa kami tidak melanjutkan? Kami juga tim yang diunggulkan. Kami tahu akan membutuhkan performa terbaik lainnya untuk menaikkan level permainan kami dan bahkan mungkin mendapatkan sedikit keberuntungan,” pungkasnya.(bim)

Prediksi line-up :

Italia (4-3-3)  : Donnarumma; Di Lorenzo, Bonucci, Acerbi, Spinazzola; Barella, Jorginho, Locatelli; Berardi, Immobile, Insigne.

Austria (4-3-2-1) : Bachmann; Lainer, Dragović, Hinteregger, Alaba; Laimer, Grillitsch, Schlager; Sabitzer, Baumgartner; Arnautović.