PenaMerahPutih.com
Ekbis Headline Indeks Industri

Manfatkan Peluang Pasar Saat Pandemi, Penjualan Trias Sentosa Tumbuh 16,6%

Dirut PT Trias Sentosa Tbk Sugeng Santosa (kiri) memperlihatkan aneka produk BOPP dan PET Film untuk pasar domestic dan eskpor.

Surabaya, pmp –  PT Trias Sentosa Tbk, produsen BOPP & PET Film menunjukkan kinerja positif selama masa pandemi di tahun 2020 dengan pertumbuhan penjualan sebesar 16,6%, di mana pasar domestik tumbuh 21% dan pasar ekspor 12%.

“Baik Indonesia maupun dunia mengalami gangguan rantai impor BOPP dan PET Film seperti kelangkaan barang atau kendala pengiriman karena COVID-19. Karenanya Trias mengisi kekosongan pasar tersebut sehingga kinerja perseroan meningkat selama 2020,” kata Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk Sugeng Santosa usai RUPS, Kamis (5/8/2021).

Faktor lainnya, lanjut Sugeng anak usaha Trias sudah ready produksi mulai April 2020 saat awal COVID-19 masuk di Indonesia pada Maret 2020. Penambahan produksi tersebut sebagian  besar dipersiapkan untuk kebutuhan dalam negeri.  Sampai akhir 2020, komposisi pasar eskpor 44% dan pasar domestic 56%.

Baca Juga :   Mitigasi Risiko COVID-19, Inilah Tujuh Kebijakan Bank Indonesia

“Sebenarnya angka peningkatan lebih besar dari 16,6%, karena harga rata-rata bahan baku utama di 2020 lebih rendah 20% dibanding harga di 2019 akibat anjloknya harga minyak bumi dunia pada 2020 di level USD30 per barel,” katanya.

Penurunan harga bahan baku mendorong perseroan juga menyesuaikan harga jual produk per unit yang mengalami penurunan sekitar 10-20%.

Sugeng menjelaskan selama pandemi kebutuhan fleksibel packaging yang dipakai untuk basic necessary seperti makanan justu meningkat. Berbeda dengan kebutuhan kemasan personal care seperti skincare, lotion, shampoo yang terkena dampak.

“Jadi selama pandemi pengunaan kapasitas mesin produksi full dipakai terus, di atas 90%. Kinerja perseroan tidak ada penurunan karena memanfaatkan berkurangnya suplai di pasar sehingga volume meningkat ,terlebih harga juga diperbaiki. Dampaknya gross margin meningkat,” jelas Sugeng.

Baca Juga :   Banana Ciptaan Doktor ITS Mudahkan Siswa Belajar Matematika Saat Pandemi COVID-19

2021 Masih Double Digit

Sugeng optimis kinerja selama semester I 2021 masih lebih baik dibanding periode sama tahun lalu, dengan peningkatan doube digit.

“Namun setelah Juli adanya PPKM ini bisa berdampak pada penjualan. Jika PPKM diperpanjang, kuartal III akan terkoreksi dan kemungkinan naik kembali di kuartal IV,” kata Sugeng.

Sementara itu perseroan tetap melakukan ekspansi tahun ini dengan mempersiapkan mesin line baru yang akan mulai beroperasi di akhir 2022. Belanja modal  di 2021 menggunakan alokasi investasi tahun 2022 dengan pertimbangan proses finishing mesin baru butuh waktu sekitar 20 bulan, mulai proses pembuatan mesin, shipment hingga pemasangan agar siap beroperasi.

“Yang sudah dipakai tahun ini sekitar Rp 100 miliar, untuk building dan mesin penunjang,” kata Sugeng.

Baca Juga :   Pesta Miras Oplosan Hand Sanitizer, 10 Orang Tewas di India

Mesin pembuat film BOPP line baru di Krian ini memiliki kapasitas 25 ribu ton kapasitas per tahun. Sekarang total kapasitas Trias di Indonesia 100 ribu ton dan di Tianjin China 115 ribu ton per tahun.

“Estimasi nilai investasi satu line mesin baru USD 45 juta atau setara  Rp 700 miliar. Pertimbangan manajemen menambah line baru karena pasar BOPP masih akan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 4-5% dalam kondisi normal,” pungkas Sugeng. (hps)