PenaMerahPutih.com
HeadlineIndeksNusantara

Jatim Siapkan 20 Desa Menjadi Desa Devisa

 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Rumah Coklat Bodag Desa Bodag Kabupaten Madiun. (Humas Jatim)

Madiun, PMP – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis desa-desa yang ada di Jatim memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa devisa.

“Saya mengusulkan ke Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI agar memberikan perluasan sebanyak 20 desa devisa di Jatim dari kuota desa devisa tahun ini hanya 15 desa,” kata Khofifah saat mengunjungi Kampung Batik Desa Candimulyo dan Rumah Coklat Bodag Desa Bodag Kabupaten Madiun, Selasa (15/2/2022).

Di Kabupaten Madiun diusulkan sebanyak dua desa devisa yakni Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Madiun dengan Kampung Batiknya. Selanjutnya  yang prioritas untuk tahun ini adalah produsen  kopi di lereng gunung Wilis  desa Kare Kecamatan Kare , Kabupaten Madiun.

Baca Juga :   Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemprov Jatim Raih Anugerah Parahita Ekapraya 2021

“Dengan menjadi desa devisa ini diharapkan bisa menjadi penyokong kesejahteraan masyarakat desa,” kata Khofifah.

Desa Devisa digagas oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai program pendampingan berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas (community development).

Dalam program ini, desa yang memiliki produk unggulan dengan orientasi ekspor berkesempatan mengembangkan potensinya. Akses terhadap pasar yang lebih luas dan pendampingan pengolahan produk ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakatnya.

“Jadi Saya bersama Kadisperindag, Kabiro Perekonomian, Kepala Disbudpar berkeliling menyiapkan desa devisa sebelum dilakukan assesment oleh LPEI. Sekarang kita mendapatkan kuota 15 Desa Devisa. Tetapi saat ini yang telah siap ada 20 desa. Kita akan mengajukan semua. Di Kabupaten Madiun ini sendiri ada dua desa yang bisa diusulkan yaitu Desa Candimulyo  untuk batik dan Desa Kare Kecamatan Kare di lereng gunung Wilis ,” papar Mantan Mensos RI itu.

Baca Juga :   Peringati HUT ke-77, Gubernur Khofifah Yakin TNI Makin Kuat dan Solid

Pada Oktober tahun 2021, di Jatim baru 3 desa yang sudah disetujui oleh LPEI dan sudah mendapatkan penguatan sebagai Desa Devisa. Ketiga Desa tersebut berada di Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

“Saya berharap akan ada potensi yang oleh Pak Bupati di-endorse untuk kita usulkan menjadi Desa Devisa,” tambahnya.

Khofifah menjelaskan, kriteria dari LPEI untuk Desa Devisa. Yang pertama, desa itu memiliki produk hasil ciptaan sendiri. Kedua, punya keunikan. ketiga, punya pasar ekspor. Dan keempat, dilakukan oleh banyak orang di satu desa dan disertai kelembagaan kelompok yang mendukung.

“Yang pertama adalah produk milik sendiri bukan karya orang lain yang  diperjual belikan ditempatnya. Lalu punya keunikan, punya pasar ekspor,  dilakukan oleh banyak orang di satu desa didukung kelembagaan  kelompok. Saya rasa ini sudah memenuhi kriteria itu,” kata Khofifah. (nas)