PenaMerahPutih.com
Headline Indeks Polkam

PJB dan PLN Bersinergi dengan KLHK Bersihkan Pantai Tanjung Pasir

Bersinerginmembersihkan pantai dari sampah laut

Tangerang, PMP – PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) bersama PLN dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menginisiasi kegiatan bersih pantai di Pantai Tanjung Pasir yang terletak di Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (12/3/2022).

Wakil Menteri LHK Alue Dohong memimpin langsung kegiatan yang diikuti oleh sekitar 350 partisipan yang mewakili PT PJB, PT PLN (Persero), TNI AL, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah setempat, serta pramuka Saka Bahari.

Bersih Pantai atau Coastal Clean Up (CCU) merupakan gerakan yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha yang peduli terhadap kelestarian pesisir dan laut, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat berpartisipasi dalam kampanye pengendalian pencemaran pesisir dan laut.

“Saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT PLN (Persero) dan PT PJB atas sinerginya dalam melaksanakan Bersih Pantai sebagai  upaya konkret Indonesia untuk merespon tantangan baru masyarakat global dalam menjaga ekosistem laut, yakni isu sampah plastik dan mikroplastik,” kata Wakil Menteri LHK Alue Dohong.

Baca Juga :   PJB Terima Lima Penghargaan Pengembangan Desa Berkelanjutan

Aksi bersih pantai ini menunjukkan perlunya membersihkan pantai maupun laut secara berkelanjutan dengan aksi-aksi bersama semua stakeholder, pemerintah maupun non pemerintah, tua maupun muda.

“Di saat yang bersamaan dilaksanakan bersih pantai secara serentak di 7 lokasi yang berbeda. Pantai Tanjung Pasir adalah salah satu wilayah yang dilaksanakan giat bersih pantai mengingat potensi wisatanya yang cukup besar dan menjadi salah satu pintu menuju Kepulauan Seribu”, tambah Alue Dohong.

EVP K3L PT PLN (Persero) Komang Pramita juga menyampaikan komitmen PLN Group dalam menanggulangi sampah, khususnya yang berada di sekitar pesisir pantai.

“Sudah menjadi komitmen PLN di seluruh Indonesia untuk menjaga lingkungan, salah satunya ditunjukkan melalui kegiatan ini. Selain itu aksi bersih pantai ini menjadi penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah, serta memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan bumi ” jelas Komang.

Persoalan pencemaran pesisir dan laut telah menimbulkan berbagai persoalan yang kompleks dan mengancam keanekaragaman kehidupan laut dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sampah plastik di laut misalnya, berdampak terhadap berbagai spesies organisme, termasuk terhadap ikan-ikan yang dikonsumsi manusia, sehingga pada akhirnya berdampak terhadap kesehatan dan kualitas hidup manusia.

Baca Juga :   Industri Kritikal Penyedia Listrik, PJB Sukses Vaksinasi 95% Karyawan

Dari segi estetika, pencemaran pesisir dan laut telah mengotori saluran air, sungai dan laut serta memiliki dampak visual yang dramatis, dari kumpulan sampah, tumpahan minyak dan sludge yang mengapung, serta banyak terjebak pada jalur-jalur air, batu karang, padang rumput laut dan garis pantai.

Hal yang sama juga diaminkan oleh Direktur Operasi 1 PT PJB, Yossy Noval yang menyampaikan bahwa kegiatan bersih pantai bukanlah kali pertama dilakukan PT PJB bersama dengan KLHK. Di tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemi, PJB sudah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi untuk menggelar bersih pantai.

“Kegiatan bersih pantai serupa juga pernah kami lakukan di unit pembangkit kami lainnya, seperti di Indramayu dan Paiton. Kami berharap melalui kegiatan pembersihan pantai ini dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat akan kelestarian lingkungan. Bila pantai ini bersih dan hijau, pasti nantinya akan lebih banyak orang yang berkunjung ke pantai ini dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelas Noval.

Baca Juga :   PJB Tingkatkan Kontribusi EBT Melalui Co-Firing PLTU Pulang Pisau

Sumber pencemaran pesisir dan laut tersebut tidak saja bersumber dari daratan, namun juga bersumber dari lautan. Sampah plastik di lautan misalnya sekitar 20% berasal dari sektor pelayaran dan perikanan. Namun, 80% berasal dari daratan.

Sampah plastik di lautan yang berasal dari darat bersumber dari aliran sungai yang bermuara di laut dan kawasan pesisir, dimana wilayah pesisir Indonesia mencakup 50% areal daratan dengan tingkat populasi 70% tinggal di wilayah ini.

PT PJB sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) juga konsisten memprioritaskan gerakan cinta lingkungan, memerangi kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya serta menjunjung komitmen untuk menyelenggarakan bisnis pembangkitan tenaga listrik yang aman, bersih, andal, dan efisien.

“CCU menjadi agenda rutin tahunan PT PJB yang juga diselenggarakan di seluruh wilayah sekitar Unit Pembangkitan yang dikelola,” kata Yossy Noval. (nas)