PenaMerahPutih.com
EkbisHeadlineIndeksMakro

Kinerja Bank UMKM Jawa Timur Tetap Moncer di Tengah Pandemi Covid-19

Dirut Bank UMKM, Yudhi Wahyu Maharani (tengah) didampingi Direktur Pemasaran Bank UMKM Bambang Rushadi (kanan) dan Pemimpin Divisi Pemasaran Eddy Suleksono usai RUPS di Surabaya.

Surabaya, PMP – Bisnis Bank UMKM Jawa Timur tetap tumbuh positif meskipun menghadapi tekanan Covid-19. Hal itu tampak dari pertumbuhan kredit, aset dan dana pihak ketiga (DPK) serta laba bank perkreditan rakyat (BPR) yang saham mayoritas milik Pemprov Jatim.

Berdasarkan laporan Keuangan 2021 (audited), Bank UMKM berhasil membukukan laba sebelum pajak naik 8% menjadi Rp 24.155 miliar. Begitu pula total aset tumbuh 6,5% menjadi Rp 2,911 triliun, kredit tumbuh 5,05% menjadi Rp 2,156 triliun, dan DPK tumbuh 8,9% menjadi Rp 2,256 triliun.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Jumadi mengatakan dalam kondisi pandemi sekarang ini jika ada bank seperti Bank UMKM dengan kinerja yang sehat, terutama pada peningkatan laku bersih dan efisiensi itu adalah sesuatu yang sangat positif.

“Ini artinya Bank UMKM akan bisa tumbuh lebih leluasa dengan spectrum yang lebih luas untuk ikut membangun ekonom Jawa Timur,” kata Jumadi yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur di rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank UMKM Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga :   Bank Jatim dan BPR Jatim Raih Top BUMD Awards 2020

Menurutnya keberadaan UMKM penting karena sebarannya merata di semua geografis sehingga mengindikasikan disparitas di semua wilayah kecil. Terlebih keberadaan Bank UMKM yang khusus melayani UMKM termasuk juga ultra mikro.

“Alhamdulillah, meski pandemi kredit Bank UMKM masih bisa tumbuh 5,05% , lebih tinggi dari rata-rata kredit BPR,” kata Direktur Utama  Bank UMKM Jatim Yudhi Wahyu Maharani.

Yudhi mengatakan adanya restrukturisasi kredit sesuai POJK Nomor 11/POJK.03/2020 yang memberi kelonggaran pada UMKM sesuai dengan kekuatan mereka ini membuat UMKM terutama yang mikro tetap bisa hidup di tengah tekanan pandemi.

Hingga kini total restrukturisasi kredit yang diberikan sebesar Rp 373 miliar kepada 4.555 debitur dengan relaksasi baik keringanan suku bunga maupun perpanjangan waktu.

Baca Juga :   Sinergi Bank UMKM dan Pemprov Jatim Tingkatkan Pemberdayaan BUMDes dan BUMDesMa

“Inilah yang membuat kami tetap semangat karena para UMKM tidak mati karena ada kesempatan melakukan recovery,” kata Yudhi.

Dari total kredit Rp 2.156 triliun, komposisi kredit sektor produktif mencapai 83% dan sektor konsumtif mencapai 17,9%. Kinerja NPL (rasio kredit macet/non performing loan) Bank UMKM per Desember 2021 sebesar 6,71%, lebih baik dibandingkan NPL rata-rata BPR se-Jatim di angka 7,53%.

Kredit Ultra Mikro

Yudhi mengatakan tahun ini Bank UMKM menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 9 persen, dengan tetap fokus pada kredit produktif seperti sector pertanian, sekaligus memperluas kredit ultra mikro.

“Kami akan meluncurkan program kredit prokesra untuk ultra mikro dengan plafon maksimum Rp 10 juta dan  bunga 3%. Saat ini sedang diproses Pemprov guna memdapat subsidi pemerintah Rp 10 miliar. Harapannya bisa segera teralisasi dalam satu-dua bulan. Target kami bisa mendapat 20 ribu nasabah,” papar Yudhi.

Baca Juga :   Khofifah Puji Petani Cokelat Nasabah Bank UMKM, Kualitas Terbaik Dunia

Guna mencapai target tahun ini untuk memperbesar kredit ritel, Bank UMKM akan menambah 11 kantor kas di kecamatan sehingga lebih dekat dengan desa dan para petani.

Yudi mengatakan tahun ini Bank UMKM mengajukan tambahan modal kepada Pemprov Jatim sebesar Rp 200 miliar diperuntukan untuk ekspansi kredit dan pengembangan teknologi.

“Teknologi seperti mobile banking perlu untuk layanan nasabah di beberapa daerah yang sekarang masih agak tertinggal. Insfraktuktur sudah kami siapkan tinggal menunggu izin regulasi sekitar pertengahan tahun atau triwulan ketiga,” kata Yudhi.

Rekapitulasi data transaksi layanan digital Bank UMKM mencatat  layanan virtual account memiliki nominal transaksi sebesar Rp 7,87 miliar dan transaksi cash out yaitu layanan transfer dana nasabah ke bank-bank lain sebesar Rp 37,8 miliar. (nas)