
JAKARTA, PMP – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) berhasil menarik perhatian akademisi internasional asal China berkat modernisasi industri obat tradisional yang diterapkan perusahaan tersebut. Bahkan, seorang profesor dari China disebut berencana mengajak pelaku industri jamu negaranya untuk belajar langsung ke Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat di hadapan mahasiswa Jurusan Jamu Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Surakarta dalam seminar internasional yang digelar di Balai Krida Poltekkes Surakarta, Rabu (11/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Irwan berbagi pandangannya tentang strategi membangun industri jamu herbal yang kuat dan berdaya saing global.
“Tadi saya ngajarin bahwa jamu memang harus dikembangkan dengan baik dan mesti percaya bahwa alam kita lebih kaya mesti diolah dengan sungguh-sungguh. Dan percaya sama diri sendiri,” ujar Irwan.
Ia kemudian menceritakan kunjungan Profesor Yoseph Jie Yu dari University of Nottingham Business School China ke pabrik Sido Muncul. Menurut Irwan, profesor tersebut terkejut melihat fasilitas pengolahan jamu yang modern dan terintegrasi.
“Saya kasih contoh dari Profesor Yoseph Yu dari Nottingham University yang setelah lihat pabrik Sido Muncul, dia bilang perusahaan-perusahaan jamu di China ini harus belajar dari Sido Muncul. Ya intinya belajar dari Indonesia lah karena di sana kan kebanyakan kecil-kecil pabriknya, pabrik tradisional. Kita mesti pede, kita lebih baik, jangan sampai merasa rendah diri,” ucapnya.
Kekayaan Alam Indonesia
Irwan juga berpesan kepada para mahasiswa agar mampu memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang melimpah menjadi produk jamu berkhasiat dan bernilai ekonomi tinggi.
“Kekayaan alam yang diberikan Tuhan ini pasti ada maksudnya untuk diolah, maka itu Poltekkes ini salah satu sekolah yang menurut saya cocok lah kalau ada siswa-siswa SMA yang mau kuliah, tempat ini adalah sasaran jurusan yang tepat gitu mengolah sumber alam kita menjadi pengobatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Jamu Poltekkes Surakarta Indri Kusuma Dewi menyebut jurusan D3 Jamu di Poltekkes Surakarta merupakan satu-satunya jurusan jamu yang ada di Indonesia.
“Hanya satu-satunya di Indonesia dan dunia jurusan jamu jadi memang kita concern ke pengobatan menggunakan ramuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia menempati peringkat kedua dunia setelah Brasil dalam hal kekayaan tanaman obat. Karena itu, potensi tersebut dinilai harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau nggak dirawat kan eman sekali. Setiap tanaman itu mempunyai senyawa aktif dan luar biasa sekali untuk mengatasi gangguan penyakit sehingga secara tidak langsung selain preventif, promotif dan juga bisa kuratifnya sebetulnya,” tuturnya. (hap)












