
JAKARTA, PMP – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menggelar kegiatan santunan bagi 1.000 anak yatim di Jakarta saat bulan suci Ramadan sebagai rangkaian perayaan jelang usianya yang ke-75 tahun pada November 2026.
Melalui kegiatan ini, Sido Muncul menyalurkan santunan senilai Rp200 juta kepada anak-anak yatim dari 15 lembaga atau yayasan. Setiap anak menerima bantuan sebesar Rp200 ribu.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, kepada perwakilan anak-anak yatim yang hadir dan turut disaksikan Lurah Cipete Selatan, Supriono, di kantor Sido Muncul Jakarta, pada Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Irwan Hidayat menyampaikan sejumlah pesan tentang pentingnya berbagi kepada sesama, nilai kemanusiaan, hingga filosofi hidup yang ia pegang dalam mengelola perusahaan. Menurutnya, manusia sejatinya dilahirkan dengan kemampuan untuk mencintai, bahkan kepada orang yang mungkin pernah menyakiti.
“Saya selalu percaya bahwa kita dilahirkan untuk mencintai. Contohnya seperti Nabi Muhammad, beliau tetap menyayangi orang yang bahkan pernah menyakitinya. Tidak membalas kebencian dengan kebencian, tapi dengan kasih sayang,” ujar Irwan Hidayat dalam keterangan yang dikutip Minggu (8/3/2026).
Nilai tersebut, kata dia, seharusnya menjadi pegangan bagi setiap orang yang menjalani kehidupan beragama.
“Menurut saya, itu yang harus kita lakukan sebagai orang yang beragama, yaitu berbuat baik kepada siapa saja, bahkan kepada orang yang mungkin tidak menyukai kita,” ungkapnya.
Dalam konteks itulah, Irwan menilai bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak aksi berbagi kepada sesama, khususnya kepada kaum duafa dan anak-anak yatim.
“Kalau berbagi dengan kaum duafa dan anak-anak yatim, memang Ramadan adalah waktu yang sangat tepat. Bulan ini mengajarkan kita untuk lebih peduli dan berbuat kebaikan kepada sesama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Irwan Hidayat juga menyampaikan pesan kepada anak-anak yatim tentang dua bekal penting yang menurutnya telah diberikan Tuhan kepada setiap manusia. “Pertama adalah inteligensi, kecerdasan. Kedua adalah akal budi,” ujarnya.
Ia menilai dua bekal tersebut menjadi kunci bagi manusia untuk hidup sehat dan layak. “Saya bisa mengelola perusahaan dengan baik karena memanfaatkan inteligensi dan akal budi yang diberikan Tuhan,” kata Irwan.
Ia menjelaskan bahwa akal budi sejatinya memiliki prinsip yang sangat sederhana namun mendasar dalam kehidupan. “Akal budi itu hukumnya cuma satu, berbuatlah kepada orang lain seperti kita ingin diperlakukan,” tambahnya.
Prinsip tersebut, lanjut Irwan, selalu ia pegang dalam mengelola perusahaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika saya membuat produk seperti Tolak Angin, saya selalu berpikir, kalau saya sebagai konsumen, apa yang saya harapkan dari sebuah produk? Saya melakukan uji toksisitas, uji khasiat, semua berbasis ilmiah. Itu yang saya lakukan agar konsumen mendapatkan produk yang benar-benar baik,” ujarnya.
Menurut Irwan, prinsip sederhana dari akal budi cukup menjadi pedoman dalam berbisnis. “Tidak perlu rumit. Cukup lakukan kepada orang lain seperti kita ingin diperlakukan,” tuturnya.
Pesan tersebut, lanjut Irwan, juga selalu ia sampaikan kepada keluarga, anak, hingga cucunya sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan.
“Bersyukurlah atas dua hal yang diberikan Tuhan, yaitu inteligensi dan akal budi. Kalau kita menjalankan akal budi dengan baik, semua orang sebenarnya bisa hidup layak dan bahagia,” ujarnya.
Lurah Cipete Selatan, Supriono menilai kegiatan santunan yang dilakukan Sido Muncul merupakan bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah Kelurahan Cipete Selatan. Ia berharap kegiatan sosial ini dapat menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
“Ke depan kami berharap kerjasama antara pengusaha dan pemerintah dapat terus bersinergi sehingga mampu membangun lingkungan yang lebih baik dan menghadirkan kehidupan yang lebih kondusif bagi masyarakat,” ujarnya.
Pengurus Yayasan Al-Ittihadiyyah Cipete Selatan, Ahmad Rizal, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat melalui kegiatan santunan anak yatim yang digelar setiap Ramadan. “Ini sudah yang kelima kalinya. Lima tahun berturut-turut kegiatan santunan ini berjalan,” kata Rizal.
Menurut Rizal, bantuan yang diberikan Sido Muncul tidak sekadar bernilai materi, tetapi juga mencerminkan komitmen sosial yang dijalankan secara konsisten.
Kebahagiaan juga dirasakan para penerima santunan. Zidan, salah satu anak asuh dari Yayasan Al-Ittihadiyyah Cipete Selatan, mengaku senang bisa menjadi bagian dari kegiatan santunan yang digelar oleh Sido Muncul. Bagi Zidan, perhatian seperti ini membuat dirinya merasa diperhatikan dan memberi semangat baru untuk menjalani hari-hari, terlebih di bulan Ramadan.
“Rasanya senang, bahagia,” ujar Zidan singkat saat ditanya mengenai perasaannya menerima santunan tersebut.
Pengasuh Yayasan Al Andalusia Pela, H. Nuril Anwar, berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dipertahankan dan bahkan menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan besar lainnya di Indonesia.
Nuril menjelaskan, bantuan yang diterima akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yatim selama bulan Ramadan.
“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat, terutama untuk kebutuhan operasional selama Ramadan, seperti makan untuk buka puasa dan sahur, serta persiapan menjelang Lebaran,” ungkapnya.
Selain santunan bagi 1.000 anak yatim di Jakarta, Sido Muncul juga akan menyalurkan bantuan serupa kepada 1.000 kaum duafa di Semarang pada pekan mendatang. (hap)












